Isi Artikel
- 1 Gawai Meningkat, Anak Kurang Gerak: Alarm Bahaya SDM Masa Depan
- 2 Olahraga Dikemas Bahagia, Bukan Tekanan Kompetisi
- 3 Ilmu Pengetahuan Mengatakan: Anak yang Aktif = Otak yang Lebih Maksimal
- 4 Ratusan Anak Turun ke Lapangan, Semangat Memburung
- 5 Mooochii Mango & Apresiasi untuk Semua Peserta
- 6 PBSI Jateng: Pondasi Pembinaan Atlet Masa Depan
- 7 Orang Tua Sambut Positif, Sekolah Terbantu
JAKARTA — Ancaman gaya hidup sedenter alias kurang gerak pada anak-anak Indonesia kian mengkhawatirkan. Menjawab tantangan itu, Aice Group mengambil langkah agresif dan konkret dengan turun langsung ke lapangan melalui Festival SenengMinton Jawa Tengah 2025.
Berkolaborasi dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PBSI Jawa Tengah, Aice menyasar anak-anak sekolah dasar di empat kota besar Jawa Tengah untuk memutus rantai kebiasaan mager sejak usia dini—dengan pendekatan edukatif, menyenangkan, dan penuh kegembiraan.
Gawai Meningkat, Anak Kurang Gerak: Alarm Bahaya SDM Masa Depan
Data kesehatan nasional menunjukkan peningkatan drastis perilaku sedenter pada anak, seiring tingginya durasi penggunaan gawai setiap hari. Kondisi ini bukan hanya memicu risiko obesitas, tetapi juga mengancam perkembangan motorik, kognitif, dan fokus belajar anak-anak yang berada dalam fase emas pertumbuhan.
Senior Brand Manager Aice Group, Sylvana Zhong, menegaskan bahwa dukungan Aice terhadap Festival SenengMinton bukan sekadar program seremonial, melainkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga kualitas kesehatan generasi masa depan.
“Perilaku sedenter sudah menjadi ancaman serius bagi kualitas SDM Indonesia ke depan. Lewat SenengMinton, kami ingin mengubah ketergantungan anak pada layar gadget menjadi kegemaran bergerak dan bermain di lapangan,” tegas Sylvana.
Olahraga Dikemas Bahagia, Bukan Tekanan Kompetisi
Berbeda dari ajang olahraga konvensional, Festival SenengMinton dirancang tanpa tekanan kompetisi berat. Anak-anak diperkenalkan bulu tangkis melalui pendekatan fun games, sehingga olahraga hadir sebagai sumber kebahagiaan, bukan beban.
“Ketika olahraga dianggap sebagai momen yang menyenangkan dan penuh kebersamaan, kesadaran akan gaya hidup sehat akan berkembang secara alami—baik bagi anak-anak maupun orang tua,” kata Sylvana.
Pendekatan ini selaras dengan filosofi men sana in corpore sano: jiwa yang sehat berasal dari tubuh yang sehat.
Ilmu Pengetahuan Mengatakan: Anak yang Aktif = Otak yang Lebih Maksimal
Intervensi fisik pada usia 6 hingga 9 tahun didasarkan pada bukti ilmiah yang kuat. Latihan fisik yang intens dan teratur telah terbukti mendorong pelepasan Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF)—sebuah protein yang penting dalam memaksimalkan koneksi antar sel saraf.
Maknanya, anak-anak yang aktif bergerak memiliki kemampuan konsentrasi, pemahaman informasi, dan ketahanan pikiran yang lebih baik dibandingkan mereka yang terbiasa duduk dalam waktu yang lama.
Festival SenengMinton juga menyusun permainan yang mengasah:
Koordinasi motorik
Kecepatan dan ketangkasan
Kemampuan indra yang menurun karena terlalu lama berada di depan layar
Ratusan Anak Turun ke Lapangan, Semangat Memburung
Antusiasme terhadap SenengMinton Jawa Tengah 2025 tercatat sangat tinggi. Sebanyak 2.266 siswa SD dari puluhan sekolah ambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang digelar di:
Solo (23 September)
Purwokerto (8 November)
Semarang (20 November)
Magelang (11 Desember)
Di setiap kota, ribuan anak memenuhi arena dengan semangat luar biasa.
“Ini bukti bahwa ruang olahraga ramah anak sangat ditunggu. Anak-anak dilatih dasar bulu tangkis tanpa tekanan, lewat pendekatan bermain yang menumbuhkan rasa cinta pada olahraga,” kata Sylvana.
Mooochii Mango & Apresiasi untuk Semua Peserta
Tak hanya bergerak dan berkeringat, Aice juga menghadirkan keceriaan dengan membagikan ribuan es krim Mooochii Mango—produk favorit anak dengan tekstur kenyal dan rasa mangga yang menyegarkan.
Seluruh pemenang Festival SenengMinton juga mendapat satu dus Mooochii Mango, sebagai simbol perayaan atas semangat, keberanian, dan kegembiraan mereka.
Tak berhenti di situ, seluruh peserta, guru pendamping, dan keluarga turut menerima bentuk apresiasi, menegaskan bahwa festival ini bukan soal menang-kalah, melainkan keberanian untuk bergerak dan berproses.
PBSI Jateng: Pondasi Pembinaan Atlet Masa Depan
Wakil Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, menyambut positif penyelenggaraan SenengMinton. Menurutnya, pengenalan bulu tangkis sejak usia dini menjadi pondasi penting pembinaan atlet ke depan.
“Lewat Festival SenengMinton, anak-anak bisa menikmati proses belajar bulu tangkis secara menyenangkan. Antusiasme tinggi ini diharapkan mendorong terbentuknya ekstrakurikuler bulu tangkis di sekolah-sekolah,” ujarnya.
Yuni juga mengapresiasi keterlibatan Aice sebagai brand yang aktif mendorong pembinaan olahraga anak secara nyata.
Orang Tua Sambut Positif, Sekolah Terbantu
Kehadiran ribuan orang tua menjadi bukti kuat bahwa masyarakat merindukan ruang aktivitas fisik yang aman dan membangun kedekatan keluarga. Festival ini juga membuka peluang baru bagi sekolah dalam mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler olahraga.
Dengan format kompetisi sehat berbasis pencatatan waktu tercepat, anak-anak tetap tertantang tanpa tekanan berlebihan—membuat setiap permainan terasa seperti petualangan menyenangkan.
Aice menegaskan bahwa memutus rantai gaya hidup sedenter sejak kelas 1 SD berarti berinvestasi pada generasi yang sehat fisik, kuat mental, dan siap bersaing secara global.
“Lewat dukungan di Festival ini, Aice ingin terus berkontribusi membangun ekosistem olahraga nasional yang positif—di mana kesehatan dan kebahagiaan berjalan beriringan,” pungkas Sylvana.
Langkah Aice lewat SenengMinton Jawa Tengah 2025 diharapkan menjadi pemicu keterlibatan lebih banyak pihak, demi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih aktif, ceria, dan bugar.***







