Pengadaan Air dan Perilaku Hidup Bersih Sehat

Kepala Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan Then Suyanti menyampaikan bahwa kolaborasi diperlukan dalam penyediaan air serta penguatan perilaku hidup bersih.sehatsangat penting. “Upaya penyediaan air dan penguatan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) memang harus dilakukan secara bersamaan dengan penerapan 5 pilar STBM. Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk mempercepat pencapaian kesehatan masyarakat dan lingkungan yang berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di Girimulyo, Yogyakarta, yang secara geografis menghadapi tantangan dalam ketersediaan sumber air,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 24 Desember 2025.

Sebelumnya, PT Kao Indonesia bekerja sama dengan Kao Life-in-Harmony Foundation (Kao LIHF) menggandeng PT Gama Inovasi Berdikari (GIB) untuk mendorong terbentuknya gaya hidup Kirei di masyarakat Desa Girimulyo, Yogyakarta melalui Program Rahmat Allah untuk Indonesia (RAIN) Harmony 2.0. Program ini menitikberatkan pada pendidikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berbasis 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang menjadi pelengkap dari perluasan penerapan fasilitas GAMA-Rain Filter (GRF) dengan menyediakan tambahan 18 titik GRF untuk memberikan akses air bersih kepada warga di Desa Girimulyo, Gunungkidul, Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang telah berlangsung sejak 2024. Pada masa itu, disiapkan instalasi perangkat pemanen.air hujanterdapat 7 titik, sehingga dengan pengembangan dan penambahan 18 titik baru, kini totalnya menjadi 25 fasilitas GRF. Diharapkan, air ini dapat memberikan manfaat bagi total 1.223 orang, 81 keluarga, dan 21 komunitas. Selain instalasi GRF, kolaborasi lintas sektor ini juga dilengkapi dengan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang berbasis 5 pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), yang merupakan salah satu program prioritas Direktorat Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan dalam mewujudkan masyarakat dan lingkungan yang sehat. sebanyak 7 titik, sehingga dengan pengembangan dan penambahan 18 titik baru, kini jumlah total fasilitas GRF mencapai 25. Harapan besar adalah air ini dapat memberikan manfaat kepada total 1.223 orang, 81 keluarga, dan 21 komunitas. Tidak hanya instalasi GRF, kerja sama lintas pihak ini juga didukung oleh edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berbasis 5 pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), yang merupakan salah satu program utama Direktorat Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan untuk menciptakan masyarakat dan lingkungan yang lebih sehat. ada 7 titik, sehingga dengan pengembangan dan penambahan 18 titik baru, kini total fasilitas GRF menjadi 25. Diharapkan, air ini bisa bermanfaat bagi 1.223 orang, 81 keluarga, dan 21 komunitas. Selain instalasi GRF, sinergi antar pihak ini juga dilengkapi dengan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berbasis 5 pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), yang merupakan salah satu program prioritas Direktorat Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan dalam upaya mewujudkan masyarakat dan lingkungan yang sehat.

Program RAIN Harmony 2.0 berharap dapat mewujudkan gaya hidup Kirei, yaitu kehidupan yang lebih bersih dan sehat dengan ketenangan pikiran di lingkungan yang berkelanjutan. Kali ini, hal tersebut diwujudkan melalui kontribusi dalam penyediaan akses air bersih yang berkelanjutan, khususnya untuk daerah dengan kondisi geografis berupa dataran karst yang sulit menyerap air permukaan secara efektif. Akibatnya, selama musim kemarau, sumur warga menjadi kering dan sumber air menjadi langka, sehingga masyarakat terpaksa bergantung pada bantuan pengiriman air dari pemerintah atau membeli air secara mandiri.

Presiden Yayasan Kao Life-in-Harmony Yumi Takeuchi menyampaikan bahwa Yayasan Kao Life-in-Harmony kembali memperkuat kerja sama dengan menambahkan 18 titik GRF, sehingga totalnya menjadi 25 fasilitas GRF yang diharapkan dapat memberikan manfaat kepada 1.223 orang dalam mendukung kebutuhan sanitasi sehari-hari bersama PT Gama Inovasi Berdikari (GIB). Selain itu, edukasi mengenai PHBS perlu terus dilakukan. Hal ini semakin lengkap berkat dukungan dari Kao Indonesia dalam bentuk edukasi peningkatan kesadaran PHBS dalam kehidupan sehari-hari serta bantuan pihak pemerintah pusat seperti Kementerian Kesehatan hingga Dinas Kesehatan setempat. “Semoga program ini dapat terus berlanjut dan menjadikan Desa Girimulyo sebagai contoh untuk Desa Pemanen Air Hujan di masa depan,” ujar Yumi.

Kao Indonesia bekerja sama dengan Puskesmas Panggang II menyelenggarakan kegiatan edukasi yang mencakup Sosialisasi 5 Pilar STBM, PraktikCuci TanganGunakan sabun yang sesuai dengan donasi produk-produk Kao Indonesia seperti sabun Biore, pembalut Laurier, popok bayi Merries, dan deterjen Attack untuk membantu masyarakat menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari menggunakan air bersih yang telah diperoleh dari instalasi sistem GRF tersebut.

Wisik Restu, Direktur PT Kao Indonesia mengatakan, “Kolaborasi berkelanjutan ini sesuai dengan strategi ESG perusahaan yaitu Kirei Lifestyle Innovation, di mana kami berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai inisiatif yang relevan dengan tantangan yang dihadapi dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Kami bangga bisa terlibat dalam kolaborasi lintas sektor ini yang merupakan bentuk kontribusi nyata bersama. Kami berharap apa yang dilakukan hari ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk turut menjaga dan merawat fasilitas yang telah disediakan serta menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari warga Girimulyo.”

GAMA-Rain Filter (GRF) adalah inovasi teknologi pengolahan air hujan yang dibuat oleh PT GIB, yang merupakan mitra strategis Kao LIHF dalam program komitmen jangka panjang. Teknologi ini memiliki keunggulan dalam penyaringan, mudah dipelihara dan dioperasikan oleh masyarakat, serta mampu menghasilkan air yang bersih dan aman untuk digunakan oleh penduduk di wilayah Gunungkidul yang menghadapi keterbatasan sumber air dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sanitasi.

Ridha Nurul Azizah, M.M., Direktur PT Gama Inovasi Berdikari, menyampaikan, “Untuk PT Gama Inovasi Berdikari (GIB), teknologi GRF merupakan pendekatan dalam memberikan solusi pengelolaan air hujan yang efisien, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan. Tahun ini kami kembali melanjutkan pengembangan program guna memperkuat pemanfaatan teknologi ini di 18 titik tambahan yang didukung oleh Kao LIHF. Dengan kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat dengan mudah mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari serta memahami pentingnya penerapan kebersihan dan sanitasi sebagai bagian dari penggunaan air bersih yang optimal.”

Sebagai bagian dari komunitas yang secara langsung merasakan manfaat dari program ini, Pemerintah Desa Girimulyo juga menyadari bahwa kelangsungan inisiatif tersebut merupakan hal penting untuk memperkuat dampak yang telah terbentuk. Dukungan teknologi dalam mengakses air bersih serta bimbingan pendidikan sebelumnya telah membawa perubahan positif bagi warga, khususnya dalam pemanfaatannya selama musim kemarau yang mengurangi tingkat pembelian air, sehingga kehadiran program lanjutan ini disambut dengan antusiasme.

Hal ini juga terlihat dari pernyataan Lurah Girimulyo Sunu Raharjo. Ia menyampaikan rasa apresiasinya terhadap kolaborasi tersebut. Menurutnya, sebagai pihak yang secara langsung melihat perubahan di masyarakat, Pemerintah Desa Girimulyo memberikan apresiasi terhadap kelanjutan kolaborasi ini. Program sebelumnya telah memberikan manfaat nyata, mulai dari tersedianya akses air bersih hingga meningkatnya kesadaran warga akan pentingnya PBHS. “Dengan dilaksanakannya kegiatan hari ini, pemerintah desa berharap dampak positif tersebut dapat semakin mengakar dan mencapai lebih banyak warga,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *