Kenaikan harga tiket pesawat tujuan Aceh yang mencapai angka hingga Rp8 juta dalam beberapa bulan terakhir menimbulkan protes dari masyarakat dan kalangan aktivis. Isu ini kian memanas setelah adanya keluhan netizen yang menyebut bahwa biaya penerbangan ke luar negeri lebih murah dibandingkan ke Aceh. Hal ini menunjukkan ketidakadilan dalam akses transportasi udara yang berdampak pada ekonomi dan kehidupan masyarakat.
Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami, mengkritik keras lonjakan harga tiket pesawat yang dinilai tidak masuk akal. Menurutnya, Aceh memiliki peran penting dalam sejarah Garuda Indonesia, sehingga layak mendapatkan penghargaan berupa kebijakan harga tiket yang lebih terjangkau. “Jangan sampai pengorbanan masa lalu dilupakan begitu saja,” ujarnya.
Pernyataan Fauzan ini menggambarkan rasa kecewa masyarakat Aceh terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak responsif terhadap kondisi mereka. Peningkatan harga tiket tidak hanya memberatkan perantau yang ingin pulang kampung, tetapi juga mengganggu investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Berdasarkan data dari Anggota DPRA Teuku Raja Keumangan, harga tiket pesawat dari Aceh ke Jakarta atau Sumatra Utara bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp3 juta sekali jalan. Sementara itu, tiket pesawat ke luar negeri seperti ke Kuala Lumpur hanya berkisar antara Rp300.000 hingga Rp750.000. Hal ini membuat banyak wisatawan lokal beralih ke destinasi luar negeri karena lebih hemat.

Fauzan Adami juga menegaskan bahwa pemerintah pusat harus hadir dengan solusi nyata, entah itu melalui intervensi harga atau membuka jalur penerbangan tambahan agar persaingan sehat bisa menekan harga. Ia berharap ada kebijakan yang mempermudah akses ke Aceh, bukan justru memperberat.
Dalam konteks yang lebih luas, isu ini menunjukkan bahwa harga tiket pesawat domestik yang tinggi telah menjadi kendala bagi mobilitas masyarakat dan pariwisata. Dengan harga yang tidak seimbang, masyarakat dan pelaku usaha semakin kesulitan untuk menjalankan aktivitas harian maupun bisnis. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis dari pemerintah untuk menyeimbangkan harga tiket dan meningkatkan aksesibilitas ke seluruh wilayah Indonesia.







