Bulan Rajab adalah salah satu bulan istimewa dalam Islam yang dimuliakan oleh Allah SWT. Sebagai salah satu dari empat bulan haram, Rajab memiliki keutamaan tersendiri dan penuh dengan peristiwa sejarah penting yang menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam.
Dalam catatan sejarah Islam, banyak peristiwa besar terjadi pada bulan Rajab, sehingga momen ini layak untuk dikenang dan dihayati. Mulai dari Isra Mi’raj hingga pembebasan Baitul Maqdis, peristiwa-peristiwa tersebut membangkitkan semangat keimanan dan memperkokoh nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Peristiwa-peristiwa Bersejarah di Bulan Rajab
Bulan Rajab adalah bulan istimewa yang dimuliakan Allah SWT. Selain termasuk salah satu dari empat bulan haram, Rajab penuh dengan peristiwa bersejarah yang jadi pelajaran penting bagi umat Islam. Berikut sepuluh peristiwa besar di bulan Rajab:
-
Terjadinya Peristiwa Isra Miraj
Peristiwa pertama adalah Isra Mi’raj, yaitu perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, lalu naik ke langit ketujuh untuk menghadap Allah SWT. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 27 Rajab pada masa kenabian Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, setiap tanggal 27 Rajab umat Islam memperingatinya sebagai bentuk syukur dan mengenang sejarah yang menakjubkan tersebut. -
Turunnya Perintah Sholat 5 Waktu
Peristiwa bersejarah kedua adalah turunnya perintah salat lima waktu. Seiring dengan terjadinya Isra Mi’raj, Allah SWT menurunkan perintah salat lima waktu kepada Nabi Muhammad SAW. Awalnya jumlah salat yang diwajibkan adalah 50 waktu, namun atas permintaan Nabi SAW, Allah meringankannya menjadi lima waktu. -
Perubahan Arah Kiblat
Pada pertengahan bulan Rajab, setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, arah kiblat berubah dari Baitul Maqdis (Masjid al-Aqsa) ke Ka’bah di Mekkah. Perubahan ini bertujuan untuk menguji keimanan umat Islam dalam beribadah kepada Allah SWT. -
Pertempuran Kecil Utusan Rasulullah
Bulan Rajab juga menjadi saksi pertempuran kecil antara utusan Rasulullah SAW, Abdullah bin Jahsy, dengan kelompok dagang Quraisy. Pertempuran ini menandai upaya mempertahankan dakwah dan keamanan umat Islam di masa awal. -
Pembebasan Kota Damaskus dari Kekuasaan Romawi
Pada bulan Rajab tahun 14 Hijriah atau 635 Masehi, pasukan umat Islam di bawah pimpinan Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan Khalid bin al-Walid berhasil menaklukkan kota Damaskus dari tentara Romawi. Setahun kemudian, terjadi Perang Yarmuk pada bulan Rajab tahun 15 Hijriah atau 636 Masehi, di mana Khalid bin Al-Walid memimpin umat Islam meraih kemenangan.
Keutamaan Bulan Rajab
Bulan Rajab merupakan salah satu dari bulan haram. Di mana bulan haram ini adalah bulan yang dimuliakan. Bulan ini adalah yang dilarang keras melakukan maksiat, serta diperintahkan bagi kita untuk beramal sholih.
Bulan Rajab adalah Bulan Haram
Bulan Rajab terletak antara bulan Jumadal Akhiroh dan bulan Sya’ban. Bulan Rajab sebagaimana bulan Muharram termasuk bulan haram. Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
Ibnu Rajab mengatakan, ”Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya. Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan. Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal. Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perpuutar dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.” (Latho-if Al Ma’arif, 202)
Apa Maksud Bulan Haram?
Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah berkata, ”Dinamakan bulan haram karena dua makna: Pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian. Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.”
Bulan Haram Mana yang Lebih Utama?
Para ulama berselisih pendapat tentang manakah di antara bulan-bulan haram tersebut yang lebih utama. Ada ulama yang mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulan Rajab, sebagaimana hal ini dikatakan oleh sebagian ulama Syafi’iyah. Namun Imam Nawawi (salah satu ulama besar Syafi’iyah) dan ulama Syafi’iyah lainnya melemahkan pendapat ini.





