Isi Artikel
- 1 Kasturi Ternate, Burung Endemik yang Menarik dan Terancam
- 1.1 1. Kasturi Ternate adalah Burung Asli dari Kepulauan Maluku Utara
- 1.2 2. Penampilannya Sangat Mencolok dengan Bulu Merah Menyala
- 1.3 3. Mereka Punya Lidah Khusus untuk Memakan Nektar Bunga
- 1.4 4. Kasturi Ternate Sangaat Cerewet dan Bisa Meniru Suara
- 1.5 5. Populasinya Terus Menurun dan Kini Berstatus Rentan
- 1.6 Artikel Terkait:
Kasturi Ternate, Burung Endemik yang Menarik dan Terancam
Kasturi ternate atau dalam nama ilmiahnya Lorius garrulus adalah salah satu burung yang menarik perhatian karena keindahan bulunya dan kecerdasannya. Burung ini berasal dari Kepulauan Maluku Utara, sebuah wilayah yang kaya akan satwa-satwa eksotis. Keberadaannya menjadi simbol kekayaan alam Indonesia dan mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga lingkungan.
1. Kasturi Ternate adalah Burung Asli dari Kepulauan Maluku Utara
Kasturi ternate merupakan satwa endemik yang hanya bisa ditemukan di wilayah Kepulauan Maluku Utara, Indonesia. Mereka tinggal di beberapa pulau seperti Halmahera, Morotai, Rau, Widi, Ternate, Bacan, dan Obi. Burung ini lebih suka hidup di hutan primer, terutama di area pegunungan dengan ketinggian mencapai 1.000 meter di atas permukaan laut. Meskipun terkadang mereka juga bisa ditemukan di hutan sekunder atau perkebunan kelapa, populasi terbesarnya tetap berada di hutan yang masih lebat dan jauh dari pemukiman manusia.
Mereka memilih lubang pohon pada ketinggian 20 hingga 25 meter untuk bersarang. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sangat bergantung pada pohon-pohon tinggi sebagai tempat tinggal.
2. Penampilannya Sangat Mencolok dengan Bulu Merah Menyala

Kasturi ternate memiliki penampilan yang sangat mudah dikenali dan sulit dilupakan. Burung dengan panjang tubuh sekitar 30 cm ini didominasi oleh warna merah cerah yang menyelimuti hampir seluruh tubuhnya, mulai dari kepala hingga ekor. Warna ini kontras dengan paruhnya yang berwarna oranye terang, memberikan tampilan yang sangat eksotis dan gagah.
Keindahan warnanya tidak berhenti di situ. Di bagian sayap dan paha, terdapat sentuhan warna hijau yang menambah pesonanya. Saat terbang, akan terlihat semburat warna kuning di bagian lekukan sayap. Detail kecil seperti ujung ekor yang berwarna hijau tua dan lingkaran mata berwarna abu-abu membuat penampilannya semakin sempurna. Kombinasi warna yang berani inilah yang membuatnya menjadi salah satu burung paruh bengkok paling menawan di Indonesia.
3. Mereka Punya Lidah Khusus untuk Memakan Nektar Bunga

Berbeda dari kebanyakan burung paruh bengkok yang memakan biji-bijian keras, kasturi ternate memiliki pola makan yang cukup unik. Makanan utama mereka di alam liar adalah nektar dan serbuk sari bunga. Mereka memiliki lidah yang sangat terspesialisasi untuk mengambil sari bunga, yang membuatnya mendapat julukan “Burung Beo Berlidah Sikat” (Brush-Tongued Parrots).
Lidah mereka dilengkapi dengan struktur kecil seperti rambut yang disebut ‘papila’. Saat menjulurkan lidahnya untuk makan, papila ini akan berdiri dan berfungsi seperti sikat kecil yang dapat menyerap nektar secara efisien. Selain nektar, mereka juga memakan buah-buahan, kuncup bunga, dan biji-bijian muda. Untuk mendapatkan makanan, mereka bisa menghabiskan sekitar 70% waktunya dalam sehari untuk mencari makan, bahkan bisa mengunjungi hingga 650 bunga setiap harinya.
4. Kasturi Ternate Sangaat Cerewet dan Bisa Meniru Suara

Nama “Chattering Lory” atau Kasturi Cerewet dalam bahasa Inggris bukanlah tanpa alasan. Burung ini dikenal sangat aktif, vokal, dan berisik, terutama saat berada dalam kelompok besar. Mereka sering terdengar saling bersahutan di puncak-puncak pohon, menciptakan suasana riuh yang khas di hutan Maluku Utara. Sifat sosial mereka membuat mereka sering terlihat mencari makan bersama, bahkan dengan spesies burung beo lainnya.
Salah satu kemampuan paling mengagumkan dari kasturi ternate adalah kecerdasannya dalam meniru suara, termasuk ucapan manusia. Kemampuan mimikri vokal inilah yang membuatnya sangat populer dan banyak diminati sebagai burung peliharaan. Sayangnya, kecerdasan ini pula yang menjadi salah satu pemicu utama perburuan liar yang mengancam populasinya di alam.
5. Populasinya Terus Menurun dan Kini Berstatus Rentan

Ancaman terbesar bagi kelestarian kasturi ternate adalah perburuan liar untuk perdagangan burung peliharaan. Statusnya sebagai burung yang paling banyak diekspor dari Indonesia bagian timur membuatnya terus diburu. Selain itu, kerusakan habitat akibat penebangan hutan dan alih fungsi lahan menjadi perkebunan juga mempersempit ruang hidup mereka. Pohon-pohon tinggi yang menjadi tempat ideal untuk bersarang semakin berkurang jumlahnya.
Akibat tekanan ganda ini, International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah menetapkan status konservasi kasturi ternate sebagai Rentan atau “Vulnerable”. Artinya, spesies ini menghadapi risiko kepunahan yang tinggi di alam liar jika tidak ada upaya konservasi yang serius. Upaya perlindungan, seperti pendirian Taman Nasional Aketajawe-Lolobata di Halmahera, menjadi harapan besar untuk menyelamatkan populasi burung yang cerdas dan indah ini.
Nah, itu dia lima fakta menarik seputar kasturi ternate, si merah cerewet dari timur Indonesia. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan dan menumbuhkan kepedulian kita untuk bersama-sama menjaga kelestarian satwa-satwa endemik kebanggaan bangsa.







