Pelaku Pengeroyokan 2 Debt Collector Tewas Ternyata Polisi

Kasus Pengeroyokan Debt Collector oleh Enam Anggota Polisi

Beberapa waktu lalu, sebuah peristiwa kriminal yang mengejutkan terjadi di Jakarta Selatan. Dua orang debt collector atau mata elang dikeroyok hingga meninggal dunia. Ternyata, pelaku dari kejadian tersebut adalah enam anggota polisi. Kejadian ini terjadi di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada hari Kamis, 11 Desember 2025.

Seluruh anggota polisi yang terlibat telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Menurut informasi yang diperoleh, keenam tersangka merupakan anggota dari Satuan Pelayanan Markas di Mabes Polri. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengungkapkan inisial dari keenam anggota tersebut. Mereka adalah Brigadir IAM, Bripda JLA, Bripda RGW, Bripda IAB, Bripda BN, dan Bripda AM.

Pasal yang dikenakan kepada para tersangka adalah Pasal 170 KUHP ayat 3, yang berkaitan dengan pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Trunoyudo menjelaskan bahwa penerapan pasal ini didasarkan pada bukti permulaan yang cukup. Proses penyelidikan masih berlangsung, dengan bantuan dari Mabes Polri.

Selain itu, keenam anggota polisi tersebut juga akan dikenakan terkait pelanggaran kode etik profesi. Berdasarkan analisis awal, mereka telah memiliki cukup bukti melakukan pelanggaran kode etik sesuai Pasal 17 ayat 3 UU Nomor 7 tahun 2022. Mereka juga akan dijerat dengan Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota polri. Sidang komisi kode etik akan dilaksanakan pada hari Rabu pekan depan, tanggal 17 Desember.

Kerusuhan Akibat Aksi Balasan

Sebelumnya, kericuhan pecah di kawasan Kalibata setelah dua debt collector dikeroyok hingga tewas. Aksi balasan dari puluhan hingga ratusan rekan korban menyebabkan sejumlah warung dan kendaraan di sekitar TMP Kalibata dibakar massa. Polisi menyebut bahwa puluhan hingga ratusan orang datang ke lokasi perusakan dan pembakaran. Hal ini dipicu oleh pengeroyokan terhadap dua orang mata elang atau debt collector hingga akhirnya meninggal dunia.

Satu korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan satu lainnya sempat kritis dan dinyatakan meninggal setelah dirawat di rumah sakit. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, menjelaskan bahwa sekitar 80 sampai 100 orang tiba-tiba datang ke lokasi dan merusak warung-warung yang ada di sekitar tempat tersebut.

Korban yang menjadi korban pengeroyokan adalah berinisial MET dan NAT. Sampai saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Anggota Brimob hingga Polda serta Polres sudah berada di TKP untuk mengamankan situasi. Anggota Reskrim masih mendalami kasus ini, sementara Polda dan Polsek bekerja sama untuk mengungkap pelaku pengeroyokan dan juga pengerusakan yang terjadi di sekitar TKP.

Nicolas menegaskan bahwa korban tidak meninggal karena tembakan seperti rumor yang beredar. “Tidak ada penembakan. Ini murni pengeroyokan,” tegasnya. Polisi menangani dua perkara sekaligus dalam insiden ini, yaitu pengeroyokan dan perusakan fasilitas warga. Kelompok massa yang terlibat masih dalam penyelidikan.

Situasi Terkini dan Upaya Pemadaman Api

Situasi di lokasi kejadian kini dinyatakan aman. Polisi juga tengah mengumpulkan berbagai barang bukti, termasuk rekaman CCTV. Sebelumnya, sebanyak 9 kios, 6 sepeda motor, dan 1 mobil dibakar oleh massa di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, pada malam hari. Pembakaran itu dilakukan setelah terjadinya aksi pengeroyokan terhadap dua debt collector atau penagih utang di tempat kejadian perkara (TKP).

Akibat pengeroyokan, satu penagih utang tewas di TKP dan satu lainnya meninggal di RS Budhi Asih, Cawang, Jakarta Timur. Sesudah pengeroyokan tersebut, sejumlah massa yang tak dikenal melakukan aksi balas dendam. Mereka membakar beberapa kios dan kendaraan di TKP.

Sebanyak 49 petugas pemadam kebakaran (damkar) dan 8 unit mobil damkar dikerahkan guna memadamkan api. Anggota TNI dan Polri mengawal ketat pemadaman yang dilakukan hingga Jumat pagi. “Terdapat 8 unit berikut kendaraan pendukung dan 49 personel yang kita kerahkan. Total ada 9 kios, enam motor, dan 1 mobil yang terbakar. Proses pemadaman berlangsung dengan pengawalan TNI dan Polri,” kata Poengky, Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *