Isi Artikel
Ringkasan Berita:
- Ini sosok sekaligus sederet fakta Yoon Seok Hwa, aktris senior Korea Selatan.
- Ia meninggal dunia pada usia 69 tahun.
- Sebelum wafat, Yoon Seok Hwa sempat menjalani operasi sebelum menghembuskan napas terakhirnya.
– Aktris senior Korea Selatan, Yoon Seok Hwa, meninggal dunia pada usia 69 tahun.
Kepergian sosok legendaris ini meninggalkan duka mendalam bagi dunia hiburan Negeri Ginseng.
Sebelum wafat, Yoon Seok Hwa diketahui sempat berjuang melawan penyakit serius.
Dikutip dari The Korea Times, Gil Hae-yeon, ketua Yayasan Kesejahteraan Seniman Teater Korea, mengatakan bahwa Yoon adalah “pilar utama komunitas teater Korea dan seseorang yang mengenali serta mempraktikkan pentingnya kesejahteraan seniman lebih awal daripada siapa pun.”
“Dedikasinya dalam meletakkan dasar bagi yayasan dan melindungi hak-hak seniman teater serta memperluas program kesejahteraan akan tetap menjadi warisan abadi dalam komunitas seni pertunjukan Korea,” ujar Gil dengan nada berduka.
“Kami menyampaikan belasungkawa terdalam dan simpati tulus kami kepada keluarga yang ditinggalkan,” lanjutnya.
Meninggal di Seoul
Aktris teater senior Korea Selatan, Yoon Seok Hwa, meninggal dunia pada usia 69 tahun, Jumat (19/12/2025) pagi, di Seoul.
Ia mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan kanker otak.
Yoon Seok Hwa wafat pada pukul 09.54 waktu setempat di Rumah Sakit Severance, Sinchon, dengan didampingi keluarga serta orang-orang terdekat.
Operasi Setelah Tampil Teater
Sebelumnya, ia diketahui menjalani operasi kanker otak pada Oktober 2022, tak lama setelah tampil dalam produksi teater Hamlet.
Meski kondisi kesehatannya terus menurun pascaoperasi, dedikasi Yoon terhadap dunia panggung tak pernah surut.
Penampilan terakhirnya tercatat pada Agustus 2023, ketika ia tampil singkat selama lima menit dalam drama Toccata, sebuah momen yang menjadi penanda keteguhan komitmennya terhadap seni peran hingga akhir hayat.
Perjalanan Karier Yoon Seok Hwa
Lahir di Seoul pada 1956, Yoon Seok Hwa memulai perjalanan kariernya di dunia teater sejak 1975 melalui pementasan The Taste of Honey.
Namanya kemudian dikenal luas berkat keterlibatannya dalam berbagai karya monumental, di antaranya Agnes of God, Hamlet, dan A Letter to My Daughter.
Yoon kerap disebut sebagai salah satu pilar utama seni peran teater Korea Selatan, sejajar dengan Son Sook dan Park Jeong Ja.
Pengaruhnya tak hanya terasa di atas panggung, tetapi juga dalam pembentukan karakter teater modern Korea.
Aktif di Dunia Tarik Suara
Selain teater, Yoon aktif menapaki dunia musikal dan televisi.
Ia membintangi musikal Guys and Dolls serta The Last Empress, dan tampil dalam drama televisi The Miracle We Met, memperlihatkan fleksibilitasnya sebagai seniman lintas genre.
Dirikan Teater
Perannya di balik layar pun tak kalah signifikan.
Pada 2002, Yoon mendirikan Teater Jeongmiso di pusat Seoul bersama arsitek Jang Yoon Gyoo.
Hingga akhirnya ditutup pada 2019 akibat kendala finansial, teater tersebut dikenal sebagai ruang eksperimental yang melahirkan berbagai karya inovatif.
Sebagai sutradara, Yoon menggarap adaptasi Korea dari musikal Saturday Night Fever dan Top Hat.
Ia juga mendirikan Dolkkot Company serta terlibat dalam produksi film animasi Hong Gil-dong 95.
Di bidang penerbitan, kontribusinya terlihat melalui upaya menghidupkan kembali majalah seni pertunjukan Gaekseok setelah ia mengakuisisinya pada 1999, memperluas pengaruhnya dalam ekosistem seni pertunjukan Korea.
Raih Beragam Pernghargan
Sepanjang karier panjangnya, Yoon Seok Hwa meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk empat Baeksang Arts Awards untuk kategori Aktris Terbaik.
Ia juga menerima Presidential Commendation pada 2005 serta Korean Popular Culture and Arts Award pada 2009.
Di luar panggung seni, Yoon dikenal memiliki kepedulian besar terhadap isu adopsi.
Adopsi Anak
Ia mengadopsi seorang putra dan seorang putri, serta secara konsisten menggelar konser amal untuk mendukung keluarga dengan anak adopsi.
Kepergian Yoon Seok Hwa meninggalkan duka mendalam bagi dunia teater Korea Selatan.
Namun, dedikasi, karya, dan pengaruhnya akan terus hidup dan dikenang lintas generasi sebagai warisan berharga bagi seni peran.
()
Jangan lewatkan berita-berita tak kalah menarik lainnya di Google News , Threads dan Facebook







