2 jenis metode terapi garam dan manfaatnya untuk kesehatan

Terapi garam kini makin populer sebagai metode alami untuk menjaga kesehatan pernapasan dan relaksasi. Banyak orang mencobanya untuk membantu melepas stres dan membersihkan saluran napas.

Metode ini terinspirasi dari gua garam alami dan sudah dikembangkan menjadi berbagai bentuk terapi, baik di rumah maupun di ruang garam modern.

Bacaan Lainnya

Dengan memahami jenis dan apa saja manfaatnya, Mama bisa memilih terapi garam yang aman dan sesuai untuk keluarga. Berikut rangkum ulasannya lengkap di bawah ini!

1. Wet salt therapy (terapi garam basah)

Wet salt therapy menggunakan larutan garam dalam air yang diaplikasikan melalui beberapa metode di rumah atau di klinik khusus. Terapi ini biasanya memanfaatkan air garam murni yang bisa dihirup atau digunakan untuk kontak dengan kulit.

Salah satu cara paling umum adalah melalui generator haloterapi, juga dikenal sebagai generator mikrosalt, merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencapai kesehatan pernapasan yang lebih baik.

Dengan alat ini, udara yang mengandung partikel garam basah dihasilkan dalam konsentrasi tinggi sehingga saat dihirup, garam dapat menjangkau jauh ke dalam paru-paru. Hal ini memungkinkan distribusi partikel garam secara optimal untuk proses terapi.

Melansir dari laman InfraredSauna.com, selain menggunakan mesin haloterapi yang memberikan manfaat garam secara internal dan eksternal, terapi garam basah juga bisa dilakukan di rumah. Salah satu cara sederhana adalah melalui mandi garam. 

Dengan metode ini, kamu dapat merasakan pengalaman terapi garam secara praktis di rumah, sambil meniru suasana tradisional yang dulu dinikmati di Polandia abad ke-12 maupun di Laut Mati.

2. Dry salt therapy (terapi garam kering)

Dry salt therapy menggunakan partikel garam kering yang disebarkan di udara di ruang garam khusus. Terapi ini dilakukan di ruang tertentu agar partikel garam bisa tersebar merata dan dihirup oleh penggunanya.

Terapi ini terbagi menjadi dua tipe utama. Menurut Salt Therapy Association, tipe pertama adalah halotherapy, atau ruang garam aktif, yang memakai halogenerator untuk menghasilkan aerosol garam mikro berukuran sekitar 1-3 mikrometer.

Partikel halus ini dapat dihirup dan juga mengenai kulit, sehingga garam tersebar merata di seluruh ruangan dan memungkinkan efek terapi dirasakan secara optimal.

Tipe kedua adalah speleotherapy, atau ruang garam pasif, yang biasanya memiliki dinding dan lantai dari garam, misalnya garam Himalaya. Ruangan ini tidak menggunakan aerosol aktif, sehingga fokusnya lebih kepada menciptakan suasana relaksasi dan kesejahteraan emosional bagi penggunanya.

Manfaat Metode Terapi Garam

Menurut Salt Therapy Association, terapi garam, baik basah maupun kering, memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Membersihkan saluran pernapasan 

Partikel garam membantu mengurangi lendir, debu, dan alergen di saluran napas.

  • Mengurangi inflamasi

Terapi garam dapat menenangkan peradangan di saluran pernapasan.

  • Meningkatkan kenyamanan bernapas

Menghirup garam mikronisasi membantu pernapasan lebih lega.

  • Efek relaksasi dan menurunkan stres

Terutama pada dry salt therapy, lingkungan ruang garam yang tenang menenangkan sistem saraf.

  • Mendukung kesehatan kulit 

Kontak dengan air atau partikel garam membantu menjaga kelembapan kulit, menormalkan pH, dan mendukung regenerasi sel kulit. 

Itulah ulasan lengkap tentang dua jenis terapi garam dan manfaatnya. Dengan mengetahui perbedaan serta cara penerapannya, Mama bisa memilih metode yang paling sesuai. 

Terapi IVIG untuk Anak dengan Autisme, Berikut Manfaat dan Faktanya! Terapi GLP-1 Bisa Atasi Obesitas hingga Kurangi Risiko Kardiovaskular Seberapa Efektif Terapi Menekan Pusar agar Bisa Hamil? Cek Faktanya!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *