Isi Artikel
- 1 Tanda-Tanda Bayi Tidak Cocok dengan Susu Formula
- 2 1. Diare dan Feses Disertai Darah
- 3 2. Gumoh dan Muntah
- 4 3. Munculnya Ruam Kulit
- 5 4. Serangan Kolik
- 6 5. Masalah Pernapasan
- 7 6. Perut Kembung dan Sembelit
- 8 7. Bayi Terus Menangis dan Rewel
- 9 8. Warna Feses yang Tidak Biasa
- 10 9. Berat Badan Bayi Tidak Bertambah
Tanda-Tanda Bayi Tidak Cocok dengan Susu Formula
Tidak semua produk susu formula yang tersedia di pasaran cocok untuk setiap bayi. Hal ini bisa terjadi karena sebagian bayi memiliki alergi terhadap protein dalam susu formula atau mengalami intoleransi laktosa. Alergi susu formula adalah respons imun berlebihan terhadap salah satu protein dalam susu, sedangkan intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan tubuh untuk mencerna laktosa, yaitu gula alami dalam susu hewani.
Meski keduanya berbeda, gejala yang muncul bisa sangat mirip, sehingga membuat orang tua bingung. Berikut beberapa tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bayi tidak cocok dengan susu formula:
1. Diare dan Feses Disertai Darah
Bayi baru lahir biasanya buang air besar sebanyak delapan kali sehari. Jika bayi mama buang air besar lebih sering dengan feses yang lebih cair atau mengandung lender, kemungkinan besar ia mengalami alergi atau intoleransi susu formula. Selain itu, jika feses disertai darah, hal ini bisa menjadi tanda bahwa bayi tidak cocok dengan susu formula. Namun, gejala ini juga bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang lebih serius.
2. Gumoh dan Muntah
Gumoh usai minum ASI atau susu formula umum terjadi pada bayi. Jika bayi gumoh tanpa paksaan dan berat badannya tetap naik secara normal, tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika bayi muntah setelah minum susu formula, ini bisa menjadi pertanda bahwa ia tidak cocok dengan susu tersebut. Apalagi jika disertai dengan muntah yang tampak menyakitkan dan berat badan tidak kunjung naik. Reaksi ini bisa terjadi karena kandungan protein susu sapi atau soya dalam susu formula.
3. Munculnya Ruam Kulit
Ruam kulit pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti iritasi pakaian atau udara. Namun, bisa juga menjadi tanda bahwa bayi tidak cocok dengan susu formula. Penelitian di Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition menemukan bahwa 50% bayi dengan alergi susu formula memiliki masalah dermatitis atopik. Ruam kemerahan bisa muncul di wajah, lengan, kaki, dan kulit kepala.
4. Serangan Kolik
Kolik digambarkan sebagai kondisi di mana bayi rewel dan menangis selama beberapa jam dalam sehari, terutama sore hingga malam hari. Meski penyebab pastinya belum diketahui, kolik bisa terjadi karena bayi tidak cocok dengan susu formula. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman akibat intoleransi laktosa.
5. Masalah Pernapasan
Gejala pernapasan seperti mengi (wheezing) bisa terjadi akibat peradangan dan penyempitan saluran udara. Sekitar 20-25% bayi dengan reaksi alergi makanan mengalami gejala ini, termasuk akibat tidak cocok susu formula. Gejala lainnya meliputi batuk kronis, pilek, dan hidung tersumbat.
6. Perut Kembung dan Sembelit
Perut kembung umum terjadi pada bayi dan biasanya tidak menunjukkan masalah serius. Namun, perut kembung juga bisa menjadi tanda bahwa bayi tidak cocok dengan susu formula. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit akibat gas yang terperangkap di perut.
7. Bayi Terus Menangis dan Rewel
Jika bayi terus menangis meskipun sudah diberikan susu formula, bisa jadi ia tidak cocok dengan jenis susu yang diminumnya. Meski awalnya banyak bayi menolak botol susu, kondisi ini bisa menjadi tanda masalah jika tidak membaik.
8. Warna Feses yang Tidak Biasa
Feses bayi berwarna hijau disertai diare atau demam bisa menjadi tanda bahwa ia mengonsumsi susu formula. Garis-garis berlendir pada feses juga bisa menunjukkan adanya infeksi pencernaan. Bayi yang minum susu formula cenderung memiliki feses lebih keras dibanding bayi yang minum ASI.
9. Berat Badan Bayi Tidak Bertambah
Susu formula diberikan untuk membantu bayi tumbuh jika berat badannya mengkhawatirkan. Namun, jika berat si Kecil tidak bertambah atau bahkan menurun setelah diberi susu formula, ini bisa menjadi tanda bahwa ia tidak cocok dengan susu tersebut. Orang tua perlu segera berkonsultasi ke dokter jika hal ini terjadi.
