7 Benda Pengganggu Energi Positif di Rumah

– Pada penerapannya, feng shui tidak hanya terkait dengan penataan perabot, tetapi juga dengan benda-benda yang tersimpan di dalam rumah.

Beberapa pakar feng shui mengatakan, terdapat beberapa benda di rumah yang secara tidak sadar dapat menghalangi aliran energi positif dan menyebabkan ketidaknyamanan.

Bacaan Lainnya

Dilansir dari Homes and Gardens, berikut ini 7 objek yang sebaiknya dihindari atau disusun ulang agar suasana rumah terasa lebih tenang dan seimbang.

Pisau terbuka di meja makan

Dapur sering dianggap sebagai pusat kehidupan dalam sebuah rumah. Namun, meletakkan pisau terbuka di atas meja dapur dianggap tidak ideal menurut prinsip feng shui.

Selain memiliki risiko keamanan, benda tajam yang terlihat dipercaya mampu menimbulkan ketegangan dan perasaan cemas.

Ahli feng shui menganggap bahwa paparan visual terhadap benda tajam secara terus-menerus dapat memengaruhi rasa aman secara tidak sadar.

Oleh karena itu, pisau sebaiknya disimpan dengan rapi di dalam laci atau tempat khusus agar dapur terasa lebih nyaman.

Kerangka lilin yang sudah habis atau lama tidak dipakai

Lilin menggambarkan cahaya, kehangatan, dan perubahan. Namun, lilin yang telah habis atau dibiarkan lama tanpa digunakan dianggap sebagai tanda energi yang tidak bergerak.

Dalam prinsip feng shui, menyimpan benda yang sudah tidak berfungsi dengan baik dapat menghalangi datangnya energi baru.

Mengganti lilin lama dengan lilin baru atau opsi lain seperti diffuser wewangian dianggap mampu memperbaiki suasana rumah.

Meja makan berbahan kaca dengan sudut tajam

Meja makan sering menjadi pusat kebersamaan keluarga, sehingga kenyamanan dan suasana hangat menjadi hal yang sangat penting. Meja kaca dengan sudut tajam, meskipun tampak modern, dianggap tidak cocok secara feng shui.

Sudut tajam dianggap mengganggu aliran energi chi dan bisa menyebabkan ketidakstabilan.

Meja yang terbuat dari kayu dengan sudut melengkung dianggap lebih mampu menciptakan suasana hangat, aman, dan nyaman saat berkumpul untuk makan.

Cermin retak atau pecah

Cermin memainkan peran yang sangat penting dalam feng shui karena mampu mencerminkan dan menyebarluaskan energi.

Namun, cermin yang rusak atau pecah dianggap mampu mengganggu aliran energi dan menyebabkan ketidakseimbangan emosional. Oleh karena itu, sebaiknya cermin yang rusak segera diganti.

Cermin yang bersih, utuh, dan ditempatkan secara tepat mampu memperluas kesan ruangan serta meningkatkan pencahayaan.

Perangkat elektronik lama

Perangkat elektronik yang tidak lagi digunakan, rusak, atau sudah usang sering kali menumpuk di sudut rumah. Menurut feng shui, benda-benda seperti ini dianggap sebagai tanda energi yang terhambat.

Menyimpan peralatan elektronik yang sudah usang tidak hanya membuat tampilan ruangan menjadi kacau, tetapi juga bisa mengurangi kenyamanan ruang tersebut.

Mengelola dan menghapus perangkat yang tidak lagi digunakan dianggap dapat memfasilitasi aliran energi yang lebih lancar.

Bingkai foto yang besar terletak di atas tempat tidur

Kamar tidur seharusnya menjadi area yang paling tenang di dalam rumah. Namun, menempatkan bingkai foto atau objek berat tepat di atas tempat tidur tidak disarankan dalam feng shui.

Posisi ini dianggap mampu memicu perasaan tertekan atau tidak aman secara bawah sadar.

Sebagai pilihan lain, hiasan ringan seperti kain hias atau tirai dianggap lebih aman sekaligus menciptakan suasana yang nyaman.

Tanaman mati atau layu

Tumbuhan melambangkan kehidupan dan perkembangan. Oleh karena itu, tumbuhan yang mati atau layu di dalam rumah dianggap mampu mengurangi energi ruangan.

Para ahli feng shui menyarankan agar tanaman secara teratur dirawat dan segera diganti jika kondisinya tidak baik.

Tanaman hidup yang dirawat dengan baik, seperti pohon bambu keberuntungan atau tanaman giok, sering dikaitkan dengan energi positif dan keseimbangan.

Pos terkait