Ringkasan Berita:
- Sebanyak 67.876 jiwa dari 19.047 Kepala Keluarga (KK) korban banjir di Aceh Utara hingga Jumat (2/1/2026) masih mengungsi yang tersebar 210 titik dalam 12 kecamatan.
- Dari data tersebut menunjukkan saat ini, lokasi pengungsian terbanyak berada di Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Kecamatan Langkahan.
- Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo meninjau langsung ke Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye, kawasan Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.
SERABIMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Sebanyak 67.876 jiwa dari 19.047 Kepala Keluarga (KK) korban banjir di Aceh Utara hingga Jumat (2/1/2026) masih mengungsi yang tersebar 210 titik dalam 12 kecamatan. Masing-masing, di Kecamatan Tanah Jambo Aye sebanyak 54 titik dan Kecamatan Langkahan 50 titik.
Selanjutnya Kecamatan Sawang tercatat 33 titik, Kecamatan Baktiya Barat 22 titik, Kecamatan Lhoksukon/Lapang 18 titik, Kecamatan Baktiya dan Dewantara masing-masing 11 titik, Kecamatan Muara Batu 5 titik. Kemudian di Kecamatan Seunuddon dan Nibong masing-masing 2 titik, serta Kecamatan Cot Girek, dan Meurah Mulia masing-masing 1 titik pengungsian.
Dari data tersebut menunjukkan saat ini, lokasi pengungsian terbanyak berada di Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Kecamatan Langkahan. Karena, kedua itu termasuk parah terdampak banjir. Sedangkan sebagian lagi korban banjir sudah pulang ke rumah untuk membersih lumpur dan menatap kembali kehidupannya setelah banjir bandang menerjang kawasan mereka pada 26 November 2025.
“Jumlah warga terdampak banjir mencapai 124.549 kepala keluarga (KK) atau 433.064 jiwa,” ujar Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa kepada Serambi, Jumat (2/1/2026).
Dari jumlah itu, 74.383 adalah siswa dan 9.071 guru. “Saat ini 19.047 KK atau 67.876 jiwa korban banjir mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk 48.861 siswa,” ujar Ayahwa.
Sementara untuk korban yang meninggal sudah ditemukan 216 orang, dan 6 orang masih dinyatakan hilang. Sedangkan untuk korban yang mengalami luka-luka sudah terdata 2.127 orang.
“Ada kelompok rentan juga terdampak signifikan, di antaranya 1.433 ibu hamil, 9.525 balita, 6.895 lansia, dan 513 penyandang disabilitas,” katanya. Dunia pendidikan turut berduka dengan meninggalnya 1 kepala sekolah, 1 guru, 2 tenaga kependidikan, dan 3 siswa.
Kerusakan infrastruktur juga terjadi dalam skala luas. Data terbaru yang diupdate 1 Januari 2026, tercatat 72.364 rumah terendam. Dari jumlah itu, 3.506 rumah hilang, serta 42.841 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 6.236 rusak berat, 16.325 rusak sedang, dan 20.280 rusak ringan
Infrastruktur lain yang rusak yaitu 432 ruas jalan mengalami kerusakan, terdiri dari 139 ruas rusak berat, 46 rusak sedang, dan 247 rusak ringan. 21 Daerah Irigasi (DI) mengalami kerusakan (7 rusak berat dan 14 rusak sedang), serta 8 Daerah Irigasi Teknis (DIT) rusak sedang. Selain itu, terdapat 78 titik tanggul sungai yang rusak dan 69 unit jembatan rusak.(jaf)
Menteri PU Janji Perbaiki
Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo pada Kamis (1/1/2026) meninjau langsung ke Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye, kawasan Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Ia menyatakan pemerintah pusat akan segera mengambil langkah penanganan darurat dan permanen.
Ia memastikan perbaikan bendungan, tanggul, serta jaringan irigasi akan menjadi prioritas. “Untuk irigasi dan bendungan, kita langsung siapkan penanganannya dan segera diperbaiki. Sementara untuk jalan yang putus, bisa dipasang jembatan Aramco dengan dukungan TNI agar akses masyarakat kembali normal,” tegas Dody.(jaf)
