Ringkasan Berita:
- Perubahan terkini dalam TNI tahun 2025 mengganti enam perwira tinggi Angkatan Darat, termasuk Komandan Kodam VI/Mulawarman yang bertanggung jawab atas Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
- Pangdam VI/Mulawarman sebelumnya diisi oleh Mayjen TNI Rudy Rachmat, kini digantikan oleh Mayjen TNI Krido Pramono, lulusan Akmil 1997 dan mantan Asintel Panglima TNI.
- KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menghadiri pelantikan di Mabesad Jakarta, menekankan kelanjutan program dan inovasi guna memperkuat kinerja satuan TNI AD.
https://mediahariini.comEnam perwira tinggi di TNI Angkatan Darat mengalami pergantian setelah menerima mutasi terbaru TNI tahun 2025.
Di antaranya adalah seorang Jenderal TNI Angkatan Darat yang tugasnya mengamankan wilayah daratan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara).
Tokoh Jenderal TNI Angkatan Darat yang dimaksud adalah Panglima Kodam VI Mulawarman, yang juga berubah setelah adanya mutasi TNI tahun 2025.
Kodam VI Mulawarman merupakan Komando Daerah Militer TNI Angkatan Darat yang bertanggung jawab atas wilayah pertahanan Kalimantan Timur serta Kalimantan Utara.
Kantor pusat Kodam VI Mulawarman terletak di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Sebelum mutasi TNI, komando Kodam VI Mulawarman dipimpin oleh Mayjen TNI Rudy Rachmat.
Perpindahan, rotasi, atau peningkatan jabatan personel TNI dilakukan dalam lingkup Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Proses perpindahan personel TNI dilakukan secara rutin oleh Panglima TNI sebagai bagian dari pembaruan organisasi, pertumbuhan karier, serta penyesuaian terhadap kebutuhan strategis institusi militer.
Kini nama Letnan Jenderal TNI Rudy Rachmat muncul dalam daftar lengkap mutasi TNI terbaru 2025.
Jabatan Pangdam VI Mulawarman yang sebelumnya diisi oleh Mayjen TNI Rudy Rachmat, kini dialihkan kepada Mayjen TNI Krido Pramono.
Letkol TNI Krido Pramono merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1997.
Akmil, tempat Krido Pramono dulu menempuh pendidikan militer, merupakan kependekan dari Akademi Militer, sebuah institusi pendidikan kedinasan yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia dengan tujuan untuk mendidik dan menghasilkan calon perwira TNI Angkatan Darat.
Kedudukan Akmil yang dulu dipimpin oleh Krido Pramono terletak di Kota Magelang, Jawa Tengah.
Sebelum mengalami mutasi di TNI, Mayjen TNI Krido Pramono menjabat sebagai Asisten Intelijen Panglima TNI.
KSAD Pimpin Sertijab
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak telah memimpin prosesi serah terima jabatan atau Sertijan enam jenderal yang mengalami mutasi dalam perubahan terbaru TNI tahun 2025.
Upacara pelantikan diadakan di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, pada hari Kamis (11/12/2025).
Enam Perwira Tinggi yang mengalami perpindahan tugas di TNI yaitu:
1. Pangdam I/BB
Pejabat Lama: Letnan Jenderal TNI Rio Firdianto
Pejabat Baru: Letnan Jenderal TNI Hendy Antariksa
2. Pangdam VI Mulawarman
Pejabat Lama: Letnan Jenderal TNI Rudy Rachmat
Pemimpin Baru: Mayjen TNI Krido Pramono
3. Pangdam XIII/Mdk
Pejabat Lama: Letnan Jenderal TNI Suhardi
Pemimpin Baru: Mayjen TNI Mirza Agus
4. Danseskoad
Pejabat Lama: Letnan Jenderal TNI Hendy Antariksa
Pemimpin Baru: Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo
5. Kadisjasad
Pejabat Lama: Brigadir Jenderal TNI Dedi Ruswandi
Pemimpin Baru: Brigjen TNI Andri Amijaya
6. Dandenmabesad
Pihak Lama: Brigjen TNI M. Aidi
Pemimpin Baru: Brigjen TNI I Made Sutia
Di dalam pidatonya, KSAD menyampaikan rasa terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan kontribusi mereka selama menjabat.
Kepada para pejabat yang baru, ia menekankan pentingnya melanjutkan program-program yang telah berjalan serta mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat positif bagi masyarakat maupun lembaga.
Menurutnya, pengalaman bertugas di berbagai satuan menjadi bekal yang penting dalam memimpin organisasi yang lebih besar,” tulis laman resmi Dispenad, yang dikunjungi di https://mediahariini.com, pada Sabtu (13/12/2025).
Melalui perubahan kepemimpinan ini, TNI AD berharap mampu meningkatkan kualitas kinerja satuan di seluruh jajaran, baik dalam operasi militer maupun dalam pelayanan kepada masyarakat, serta menghasilkan pemimpin-pemimpin baru yang tanggap dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tugas.
(*)
Baca Berita Terbaru Tribun Kaltara di Google News
