5 Gol Lagi Bruno Moreira! Momentum Kapten Persebaya Pecahkan Rekor David da Silva

Lima gol tambahan lagi dari Bruno Moreira! Kesempatan kapten Persebaya Surabaya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa yang menggantikan David da Silva kini semakin terbuka. Kesempatan itu bisa datang lebih cepat jika pemain sayap ini kembali memperlihatkan performa tajam saat Green Force menghadapi pekan penting Liga Super 2025/2026.

Saat ini Bruno telah mencetak 34 gol dalam era Super League bersama Persebaya Surabaya. Artinya, dia hanya terpaut lima gol dari rekor 39 gol milik David da Silva yang masih menjadi yang terbanyak.

Bacaan Lainnya

Catatan David sangat mengesankan dalam 43 pertandingan dengan rata-rata 0,91 gol per pertandingan dan satu gol setiap 86 menit. Sementara Bruno mencatatkan 34 gol dari 110 laga dengan rasio 0,31 gol per pertandingan dan rata-rata satu gol setiap 285 menit.

Namun, sepak bola selalu menyisakan ruang bagi perubahan narasi. Terlebih Bruno masih aktif bermain untuk Persebaya Surabaya dan memiliki banyak pertandingan untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Momentum muncul menjelang pertandingan di markas Persijap Jepara pada pekan ke-22 Super League 2025/2026. Pertandingan akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini pada 21 Februari mendatang.

Persebaya Surabaya tiba dalam kondisi tidak beruntung setelah kalah dari Bhayangkara FC pada pekan sebelumnya. Kekalahan di Stadion Gelora Bung Tomo terasa sangat menyedihkan karena terjadi di depan pendukung sendiri.

Pada pertandingan tersebut, Bruno ditarik keluar di menit ke-66 ketika Persebaya Surabaya ketinggalan 2-1. Ia digantikan oleh Pedro Matos dan terlihat marah hingga melempar botol minuman sebelum duduk di bangku cadangan.

Reaksi tersebut mendapat perhatian, terlebih Bruno merupakan kapten tim. Sepanjang musim ini, ia selalu tampil penuh dalam 17 pertandingan sebelum kejadian pergantian tersebut.

Pelatih Bernardo Tavares menganggap respons pemain masih dalam batas yang wajar. Ia justru memahami rasa kecewa yang muncul dari seorang atlet yang ingin terus berjuang di lapangan.

“Tidak ada pemain yang senang digantikan. Jika dia (Bruno) senang saat ditarik keluar, saya justru tidak suka. Saya akan marah kepadanya,” ujar Tavares dalam konferensi pers setelah pertandingan melawan Bhayangkara FC.

Menurutnya, keputusan untuk mengganti Bruno harus dilakukan demi kebutuhan strategis. “Karena performa Bruno dalam pertandingan ini memang tidak sesuai dengan harapan saya,” kata mantan pelatih PSM Makassar itu.

Ia menegaskan tidak akan ragu untuk mengganti siapa pun yang tampil di bawah kemampuan normal. “Bruno adalah pemain penting dan kapten tim. Namun, terkadang seorang pemain juga bisa mengalami hari yang buruk,” ujar pelatih yang lahir pada 2 Mei 1980 tersebut.

Tavares berharap kapten segera pulih dan tidak terjebak dalam perasaan. “Tugasnya sekarang adalah bagaimana bisa segera pulih, lalu mengevaluasi kesalahan yang terjadi di lapangan,” katanya.

Secara statistik, kontribusi Bruno dalam musim ini tetap mencolok. Dari 19 pertandingan dimainkan sebagai starter, ia mencetak tujuh gol dan memberikan empat umpan terbuka dengan total waktu bermain sebesar 1.684 menit.

Frekuensi gol yang dicetaknya tercatat satu setiap 241 menit. Ia rata-rata melepaskan 1,3 tembakan dalam satu pertandingan, dengan 0,7 di antaranya mengarah tepat ke gawang. Peran kreatifnya juga terlihat dari 1,1 umpan penting per laga. Tingkat akurasi umpannya mencapai 78 persen, dengan rata-rata 22,1 umpan berhasil per pertandingan.

Untuk umpan panjang, tingkat akurasinya mencapai 61 persen dengan rata-rata 1,7 umpan berhasil. Sementara itu, akurasi umpan silang berada pada 42 persen dengan rata-rata 0,8 umpan sukses per pertandingan.

Di sisi pertahanan, Bruno mencatatkan 5,7 kali pemulihan bola per pertandingan. Ia juga berhasil mencatatkan 0,2 kali sapuan dan 1,7 kali dilewati oleh lawan dalam satu pertandingan.

Performa dribelnya menjadi salah satu yang paling menonjol. Rata-rata 4,2 kali dribel berhasil per pertandingan dengan tingkat keberhasilan 81 persen menunjukkan dominasi di sisi kiri lapangan.

Meskipun demikian, terdapat catatan yang perlu diperhatikan. Bruno telah mengumpulkan tujuh kartu kuning dari 19 pertandingan musim ini.

Angka tersebut mengharuskannya lebih cerdas dalam pertandingan dan tekanan emosional. Persebaya Surabaya pasti tidak ingin kehilangan kaptennya pada momen krusial hanya karena penumpukan kartu.

Kini, tantangan berikutnya menantikan di Jepara. Pertandingan melawan Persijap bisa menjadi ajang pembuktian sekaligus titik balik dalam performa Bruno.

Jika mampu mencetak gol, jarak menuju rekor David da Silva akan semakin sempit. Lima gol bukanlah angka yang sulit bagi pemain yang masih berusia 26 tahun dan menjadi andalan tim.

Bagi penggemar Bonek, Bruno bukan hanya seorang pemain asing. Ia menjadi simbol kepemimpinan, tekad, dan harapan untuk menciptakan sejarah baru.

Jika rekor tersebut terpecahkan, namanya akan terekam sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Persebaya Surabaya di era Super League. Dari momen melempar botol hingga kesempatan untuk memecahkan rekor, kisah Bruno musim ini terasa penuh dramatis dan penuh perasaan.

Pos terkait