https://mediahariini.com– Hujan meteor Geminid (Geminids) adalah salah satu peristiwa astronomi tahunan yang paling ditunggu-tunggu, mencapai puncaknya pada 13–14 Desember 2025.
Hujan meteor ini, yang terkenal dengan kerapatannya, menyimpan beberapa fakta menarik yang membedakannya dari hujan meteor lainnya.
Astronom pemula Marufin Sudibyo mengungkapkan bahwa Geminid memiliki ciri khas, mulai dari usianya yang masih muda hingga susunan meteoroidnya.
Berikut ini adalah lima fakta menarik tentang Hujan Meteor Geminid yang perlu diketahui:
Fakta Hujan Meteor Geminid
1. Usia Terbilang Sangat Muda
Dari sudut pandang astronomi, Geminid dianggap sangat muda. Hujan meteor ini pertama kali tercatat pada tahun 1862, sekitar 150 tahun yang lalu. Umur ini tergolong pendek jika dibandingkan dengan hujan meteor Perseida yang telah diamati selama 20 abad, atau Leonida yang telah tercatat sejak 10 abad yang lalu.
Marufin menyatakan, secara singkat durasi ini menunjukkan bahwa Geminid masih sangat muda dari sudut pandang astronomi.
Usia yang masih muda dari Geminid menyebabkan kolom debu dan pasir yang menjadi sumbernya belum terlalu menyebar karena gangguan gravitasi planet-planet.
2. Sering Menghasilkan Meteor yang Terang (Fireball)
Karena usia yang masih muda, beberapa meteoroid Geminida memiliki ukuran yang cukup besar, bahkan sampai sebesar kerikil. Keadaan ini menyebabkan hujan meteor Geminida sering menghasilkan meteor terang (fireball).
Meteoroid dari hujan meteor Geminida berasal dari sisa-sisa patahan komet atau benturan dua asteroid besar yang terjadi sekitar 2.000 tahun yang lalu, salah satunya berasal dari Asteroid 3200 Phaethon.
3. Intensitas Sangat Tinggi dan Meteor Saling Berurutan
Meskipun waktunya terbatas, hujan meteor Geminid terkenal dengan kekuatannya yang luar biasa, mencapai 150 meteor per jam (Zenithal Hourly Rate atau ZHR) saat puncaknya.
Marufin menjelaskan, jumlah meteor yang tinggi dalam waktu singkat membuat hujan meteor ini disebut “lebih padat (intensitasnya).”
Marufin Sudibyo mengatakan dampaknya bagi pengamat di Bumi adalah:
“Kita akan menyaksikan hujan meteor Geminida berlarian di langit,” ujar Marufin.
4. Kecepatan Relatif Lambat
Hujan meteor Geminid terkenal dengan kecepatan yang cukup rendah ketika memasuki atmosfer Bumi, yaitu 35 km per detik.
Kecepatan ini sedikit lebih tinggi dibandingkan kisaran kecepatan puing-puing asteroid yang jatuh ke Bumi, yaitu 12-25 km per detik. Kecepatan yang relatif rendah ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi warna khasnya.
5. Warna Khas Kuning Pucat
Selain tingkat kekuatannya, hujan meteor Geminida memiliki warna khas, yakni cenderung berwarna putih dengan sedikit nuansa kuning.
“Warna tersebut disebabkan oleh dua hal. Kecepatan yang relatif lambat dan komposisi meteoroid yang lebih banyak berupa batuan (siderolit) dengan kadar Nikel yang lebih sedikit,” jelas Marufin.
Panduan Pengamatan: Cari Planet Jupiter Mulai Tengah Malam
Bagi para pengamat yang ingin mengamati peristiwa ini, waktu paling ideal untuk memulai pengamatan adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar.
Panduan paling sederhana untuk menemukan titik asal meteor (radian) Geminid di langit timur adalah planet Jupiter.
“Patokannya adalah titik cahaya yang terang, yaitu planet Jupiter. Sumber hujan meteor Geminid berada di bawah titik cahaya tersebut,” kata Marufin.
Pengamatan meteor Geminid tidak memerlukan perangkat bantu optik. Kunci keberhasilan adalah menemukan lokasi dengan sedikit gangguan cahaya (daerah pedesaan, pantai, atau pegunungan) serta duduk rileks atau berbaring.
