Isi Artikel
Festival Teater Pelajar 2025: Kehadiran 42 Kelompok Teater di Kabupaten Kudus
Sebanyak 42 kelompok teater pelajar menampilkan kebolehan mereka di atas panggung dalam Festival Teater Pelajar (FTP) 2025. Mereka berasal dari berbagai sekolah jenjang SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Kudus. Acara ini menjadi ajang kompetisi yang tidak hanya menunjukkan bakat, tetapi juga memberikan wadah untuk pengembangan kreativitas dan seni pertunjukan.
Festival Teater Pelajar ke-15 tahun ini mengusung tema “Estetika Tubuh Artistik”. Tema ini mengajak peserta untuk menggali dan memaknai tubuh sebagai medium utama dalam pertunjukan teater. Baik sebagai ekspresi individu maupun bagian dari kerja kolektif sebuah tim. Hal ini menekankan pentingnya kesadaran atas gerak, gestur, ritme, dan kehadiran tubuh di atas panggung yang membangun makna dan harmoni dalam sebuah pertunjukan.
Peserta juga dilatih dan didampingi melalui workshop dan coaching agar dapat mengeksplorasi potensi tubuh lebih terarah, mendalam, dan kontekstual dalam proses penciptaan karya teater. Festival ini digelar oleh Komunitas Teater Djarum sebagai ruang apresiasi dan pengembangan kreativitas teater atau seni pertunjukan bagi pelajar se-Kabupaten Kudus.
Dalam pelaksanaannya, acara ini didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus.
Babak Penyisihan dan Final
Babak penyisihan diikuti 42 kelompok teater sejak 3-15 November 2025. Proses penilaian pada babak penyisihan dilakukan dua tim dewan juri yang dibagi berdasarkan jenjang pendidikan, yaitu tim juri tingkat SMP dan tim juri tingkat SMA. Klasifikasi penjurian dibuat guna memastikan penilaian komprehensif dan berimbang bagi seluruh peserta.
Pada tahap penyisihan, 25 kelompok teater tingkat SMP sederajat dan 17 kelompok teater tingkat SMA sederajat menampilkan karya terbaiknya yang diambil dari satu di antara lima naskah yang telah ditentukan. Naskah-naskah tersebut meliputi Argumentasi Sisi karya Diky Soemarno, Dan Bulan pun Tak Datang karya Idham Ardi Nurcahyo, Dinding-dinding Binar karya Ego Heriyanto, Dipaksa Dewasa karya Billy Yapananda Samudra, serta Titik atau Koma karya Noko Mores.
Babak final festival teater pelajar digelar pada 19 – 21 Desember 2025 di GOR Kaliputu, Djarum Arena 2, Kudus. Dimeriahkan oleh penampilan bintang tamu Teater Lentera asal Jepara dan Titimangsa yang berkolaborasi dengan para alumni FTP tahun-tahun sebelumnya.
Malam final pertama yang berlangsung pada Jumat, 19 Desember menampilkan Teater Bobot dari SMP 1 Kudus, Teater Sage dari SMA 1 Gebog, dan Teater Spero dari SMP 2 Kudus. Malam final kedua yang berlangsung pada Sabtu, 20 Desember menampilkan Teater Patas dari SMA 1 Bae, Teater Lembah Manah dari Mts 1 Kudus, Teater Abong dari SMA 1 Bae, dan Teater Queen Bee dari Mts Mu’alimat NU.
Sementara malam final ketiga berlangsung pada Minggu, 21 Desember menampilkan Teater Dejavu asal SMK Tamansiswa, dan Teater Jasmine dari SMP 1 Jati.
Penilaian dan Penghargaan
Penampilan peserta dinilai oleh Iswadi Pratama selaku aktor, sutradara, dan penulis, Putri Ayudya sebagai aktris, model, presenter, dan produser, M. Nur Cholis sebagai penulis, sutradara, dan aktor, serta Teguh Yasa sebagai tim Bakti Budaya Djarum Foundation. Mereka tidak hanya menilai sebuah hasil, tetapi memahami proses dengan pengalaman, kepekaan rasa, dan ketajaman pandang, juga artistik setiap kelompok di atas panggung.
Ada kategori penghargaan kelompok untuk mendapat gelar Teater Terbaik. Ada juga kategori penghargaan individu, yang terdiri dari Sutradara Terbaik, Aktor Utama Terbaik, Aktris Utama Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik, Aktris Pendukung Terbaik, Penata Set dan Properti Terbaik, Penata Cahaya Terbaik, Penata Rias dan Kostum Terbaik, serta Penata Musik Terbaik.
Peran Penting Lokakarya Pelatih Pelajar (Lokapijar)
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Bakti Budaya Djarum Foundation bersama Titimangsa dan Teater Djarum juga menyelenggarakan Lokakarya Pelatih Pelajar (Lokapijar) pada FTP tahun ini. Yaitu program pendampingan dan rangkaian kegiatan menuju Festival Teater Pelajar ke-15. Kegiatan Lokapijar dirancang untuk memperkuat kesiapan sekolah dalam menghadapi proses penciptaan hingga pementasan seni pertunjukan.
Sebanyak 114 sekolah bergabung sebagai peserta Lokapijar, mencerminkan peran pendampingan yang semakin memperluas partisipasi pelajar dalam kegiatan teater di Kabupaten Kudus. Festival Teater Pelajar 2025 menjadi istimewa tidak hanya menghadirkan ruang kompetisi, tetapi juga memperkuat proses pembelajaran dan pendampingan terhadap pelajar, guru, dan pelatih.
Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelajar, guru, dan pelatih teater, agar mampu membangun konsep pementasan dan penyutradaraan yang lebih matang. Sekaligus menjadi pengalaman belajar yang bermakna dan berkelanjutan bagi keberlangsungan pentas seni pertunjukan di kalangan generasi muda.
Setiap penampilan pertunjukan teater memperlihatkan tidak hanya teknik, juga semangat, keberanian, dan kejujuran peserta di atas panggung. Mereka tidak hanya bermain peran, namun benar-benar bercerita dengan hati melalui seni pertunjukan. Sekaligus mempertegas bahwa Festival Teater Pelajar bukan sekadar ruang belajar, melainkan ruang lahirnya generasi seniman masa depan yang memberi nafas segar bagi dunia seni pertunjukan Indonesia.
