4 panduan menjadi pelancong bertanggung jawab 2026

MENURUT laporan Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2023, emisi terkait pariwisata akan meningkat tajam pada tahun 2030. Sebab itu, penting untuk meningkatkan kesadaran pelancong terhadap perjalanan berkelanjutan.

Di momen tahun baru ini, resolusi juga berlaku untuk cara berpergian. Entah menjelajahi tempat baru atau memikirkan kembali cara bepergian, bahkan menjadi pelancong yang lebih bertanggung jawab. Berikut ini panduan untuk menjadi pelancong bertanggung jawab di tahun 2026, seperti dilansir dari Travel and Leisure Asia.

Bacaan Lainnya

1. Keberlanjutan dan Ramah Lingkungan

Tema ini menjadi fokus utama, menekankan pentingnya mengurangi dampak negatif terhadap alam. Misalnya, wisatawan disarankan untuk mempercayai sertifikasi B Corporation pada perusahaan perjalanan sebagai tanda keberlanjutan yang kredibel, daripada sekadar klaim umum. Hindari plastik sekali pakai dengan membawa botol air lipat dan tas belanja reusable guna mencegah polusi mikroplastik di lautan.

Pilihan transportasi sangat krusial, prioritaskan kereta daripada pesawat, karena kereta hingga lima kali lebih efisien energi. Jika harus terbang, gunakan fitur Google Flights untuk memilih penerbangan dengan emisi rendah berdasarkan jenis pesawat dan rute. Kontribusi langsung juga dapat dilakukan melalui kegiatan sukarela di proyek konservasi, seperti melalui Earthwatch atau Biosphere Expeditions.

Dalam berbelanja, utamakan produk lokal berlabel fair trade untuk mendukung komunitas tanpa merusak ekosistem. Saat safari, pilih operator yang benar-benar memprioritaskan kesejahteraan hewan. Selalu verifikasi klaim “hijau” dengan menanyakan sumber energi dan pengelolaan limbah. Gunakan tabir surya ramah terumbu karang tanpa bahan berbahaya seperti oxybenzone. Bersepeda sebagai alternatif transportasi, terapkan prinsip “leave no trace” saat berkemah, serta pilih akomodasi dengan menu berbahan lokal untuk mengurangi emisi dari rantai pasok pangan. Semua langkah ini merupakan upaya konkret menuju perjalanan yang lebih hijau.

2. Perencanaan dan Teknologi

Dalam tema ini menyoroti peran teknologi dalam perencanaan yang efisien dan ramah lingkungan. Fokus pada satu wilayah per destinasi untuk eksplorasi mendalam, sehingga menghindari emisi tinggi dari perjalanan multi-tujuan. Kirim bagasi lebih dahulu agar dapat bepergian dengan kereta secara lebih leluasa, atau jelajahi area terdekat menggunakan aplikasi lokal untuk mengurangi emisi.

Matikan perangkat elektronik di rumah sebelum berangkat demi penghematan energi, serta hindari merencanakan perjalanan berdasarkan tren media sosial yang sering memicu overtourism. Pendekatan ini tidak hanya hemat biaya, tetapi juga menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih santai dan berkelanjutan.

3. Penghormatan Budaya dan Dukungan Lokal

Menekankan interaksi yang hormat dengan masyarakat setempat. Jangan sekadar tahu budaya, tapi hiduplah di dalamnya dengan bertanya secara sopan dan ikut pengalaman yang dipimpin komunitas. Patuhi aturan lokal soal sampah, seperti sistem daur ulang atau makan tanpa sisa, untuk menghindari beban lingkungan.

Cari pengalaman unik di luar keramaian, seperti fenomena alam yang kurang populer, dan gunakan pemandu lokal untuk wawasan autentik. Bepergian pada musim sepi juga direkomendasikan, karena lebih terjangkau, tidak terlalu ramai, serta mengurangi tekanan bagi penduduk setempat

4. Kesehatan dan Keselamatan

Berfokus pada aspek pribadi, hindari terpaku pada layar ponsel untuk foto Instagram agar tidak membahayakan diri. Pakai sepatu di pesawat untuk kebersihan dan keselamatan, kuasai teknik buoyancy saat menyelam untuk lindungi biota laut, serta hindari kerumunan wisatawan untuk mengurangi risiko kesehatan dan stres.

Dengan tren peningkatan perjalanan berkelanjutan yang semakin kuat. Bagi yang merencanakan liburan pada 2026, mulailah dari langkah kecil seperti memilih transportasi ramah lingkungan upaya yang dapat memberikan dampak besar bagi planet dan pengalaman pribadi.

PUTRI AZ ZAHRA SUHERMAN

Pos terkait