Isi Artikel
Ringkasan Berita:
- Empat korban tenggelamnya KM Putri Sakinah yang hilang masih belum ditemukan.
- Mereka adalah satu keluarga yakni, Martin Carreras Fernando, warga negara Spanyol bersama tiga anaknya yang masih di bawah umur.
- Sementara istrinya dan seorang anak berhasil selamat.
- Demikian pula dengan nakhoda, guide dan anak buah kapal.
, LABUAN BAJO – Hingga Minggu (28/12/2025) pagi, empat korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih belum ditemukan.
Mereka adalah satu keluarga asal Spanyol yakni, Martin Carreras Fernando bersama tiga anaknya yang masih di bawah umur, masing-masing Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia (Perempuan) dan Martines Ortuno Enriquejavier.
Martin Carreras Fernando merupakan pelatih Tim B Wanita klub sepak bola Los Che (Valencia CF).
Sementara istrinya dan satu anak perempuan lainnya berhasil selamat dari insiden tersebut.
Adapun identitas korban selamat yakni kapten kapal, tiga anak buah kapal (ABK), seorang pemandu wisata, serta dua WNA Spanyol perempuan.
Kronologi Kapal Tenggelam
Kapal wisata KM Putri Sakinah diketahui membawa 11 orang di atas kapal (person on board/POB).
Kapal tersebut bertolak dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar untuk melanjutkan perjalanan wisata sekitar pukul 20.00 Wita.
Sekitar 30 menit kemudian, kapal dilaporkan mengalami mati mesin di tengah perjalanan sebelum akhirnya tenggelam di perairan Pulau Padar.
Tujuh orang berhasil selamat dalam peristiwa tersebut dan telah dievakuasi ke Labuan Bajo.
Para korban selamat terdiri atas dua WNA asal Spanyol, empat kru kapal, serta satu orang pemandu wisata.
Hingga Sabtu pagi, pencarian masih dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi arus laut dan cuaca di sekitar perairan Selat Padar.
Apa Saja yang Sudah Ditemukan?
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan tim SAR telah melakukan penyisiran intensif sejak pagi hingga sore hari menggunakan sejumlah armada laut.
“Tim SAR Gabungan yang menggunakan Kapal RIB Pos SAR Manggarai Barat, Sea Rider KSOP Labuan Bajo, RIB Lanal Maumere, RIB Ditpolair Polda NTT, hingga Kapal KPC Ditpolair Polda NTT melakukan penyisiran di Perairan Utara Pulau Padar sejak pagi hingga pukul 18.00 Wita,” kata Fathur dalam keterangannya, Minggu (28/12/2025).
Berikut penemuan di proses pencarian pada hari kedua, Sabtu (27/12/2025):
- serpihan kapal di sekitar lokasi kejadian
- sejumlah barang yang diduga kuat berasal dari KM Putri Sakinah
- pada pukul 09.45 Wita ditemukan tabung gas
- disusul serpihan atau puing kapal pada pukul 09.57 Wita.
- pukul 12.35 Wita, tim kembali menemukan bagian body kamar nakhoda.
- seluruh temuan berada dalam radius lima nautical mile dari lokasi tenggelamnya kapal.
- keempat WNA Spanyol tersebut belum berhasil ditemukan.
Fathur mengungkapkan, proses pencarian sempat terkendala kondisi cuaca.
“Beberapa hambatan yang kami hadapi antara lain gelombang setinggi 0,25 hingga 1,5 meter, arus laut yang cukup kuat, serta hujan lebat yang mengurangi jarak pandang. Namun hal ini tidak menurunkan semangat Tim SAR Gabungan,” ujarnya.
Pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari ketiga, Minggu (28/12/2025) hari ini.
Tim Bermalam di Pulau Padar
Tim pencarian bermalam di Pulau Padar Utara setelah upaya pencarian diadang cuaca ekstrem, Sabtu (27/12/2025).
Tim pencarian terdiri dari Basarnas dan Polri bermalam di pos milik PT Padar Haritage Conservation, sebab hujan deras terus mengguyur.
Saat tiba di pos PHC, personel dari tim pencarian yang basah kuyup dari lapangan langsung membersihkan diri dan berganti pakaian.
Pos PHC berbentuk rumah panggung permanen. Terasnya cukup luas. Di samping bangunan ada sebuah bilik yang terbuat dari papan kayu.
Adapun sebagian memilih beristirahat sambil rebahan di atas lantai keramik berwarna putih karena kecapean.
Di teras pos, terdapat sebuah terminal tempat pengisian daya handphone jadi rebutan untuk mengisi daya. Sebab di Pos PHC sumber listrik hanya mengandalkan daya genset.
Setelah semua membersihkan diri, tim kemudian makan malam bersama.
Usai makan bersama, tim kemudian duduk berkumpul mengevaluasi upaya pencarian di hari kedua.
“Dari saya, dari tim Basarnas, tapi sebaiknya kita melakukan penyisiran ke arah selatan. Kita menyesuaikan dengan arus,” kata Kepala Pos Basarnas Labuan Bajo, Edy Suryono.
Ia menyampaikan berdasarkan arahan pimpinannya, dimana titik yang jauh, jangan melupakan mengambil titik koordinatnya.
Identitas Korban
Data korban Selamat :
- Lukman (Kapten, Laki-laki, Indonesia)
- Muhamad Rifai (ABK, Laki-laki, Indonesia)
- Muhamad Alif Latifa (ABK, Laki-laki, Indonesia)
- Rahimullah (ABK, Laki-laki, Indonesia)
- Valdus (Guide, Laki-laki, Indonesia)
- Ortuno Andrea (penumpang, perempuan, Spain)
- Mar Martinez Ortuno (Penumpang, Perempuan, Spain)
Dalam Pencarian:
- Martin Carreras Fernando (Laki-laki, Spain)
- Martin Garcia Mateo (Laki–laki, Spain)
- Martines Ortuno Maria Lia (Perempuan, Spain)
- Martines Ortuno Enriquejavier (Laki–laki, Spain)
Penulis: (/Fahdi Fahlevi) (Tribunflores.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunflores.com dengan judul Tim SAR Temukan Serpihan dan Barang KM Putri Sakinah di Perairan Pulau Padar Labuan Bajo
