PR NTT —Sebanyak 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta 14 industri kecil menengah (IKM) pangan berkemasan secara resmi ikut meramaikan hadirnya NTT Mart di Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan total 78 item produk kerajinan.
Secara keseluruhan, terdapat sebanyak 1.441 produk unggulan daerah yang dipamerkan dan dijual melalui NTT Mart.
Barang-barang tersebut berasal dari berbagai bidang, mulai dari hasil karya seni, makanan olahan dalam kemasan, hingga komoditas lokal khas Sumba Barat Daya.
Wakil Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Flouri Rita Wuisan, menyatakan bahwa kehadiran NTT Mart di SBD diharapkan memberikan manfaat signifikan bagi perkembangan ekonomi daerah, khususnya untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah setempat.
Menurutnya, NTT Mart bukan hanya tempat menjual, tetapi menjadi pusat pertukaran produk andalan masyarakat.
“Di sini akan terjadi transaksi. NTT Mart khusus untuk produk-produk andalan daerah yang berasal dari masyarakat Sumba Barat Daya. Mereka tidak lagi disebut sebagai pelanggan, tetapi pengusaha,” ujar Flouri saat peresmian, Rabu, 17 Desember 2025, mewakili Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT mendorong konsep One Village One Product, One School One Product, dan One Community One Product agar setiap daerah mampu menghasilkan produk andalan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dipasarkan melalui NTT Mart.
Menurut Flouri, NTT Mart Kabupaten Sumba Barat Daya diharapkan menjadi wadah yang mampu menyatukan pelaku UMKM, petani, nelayan, serta pengrajin dengan para pembeli di skala lokal, nasional, bahkan global.
Lokasi strategis SBD yang dilengkapi dengan pelabuhan dan bandara, serta adanya penerbangan ke Bali sebanyak lima kali dalam sehari, dianggap sebagai kesempatan besar untuk pengembangan pasar.
“Melalui NTT Mart, kami berharap produk kopi, cengkeh, tenun, makanan, hingga jasa dapat dipasarkan. Pemerintah juga memiliki rencana dengan mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membeli barang di NTT Mart serta restoran dan rumah makan menyajikan makanan lokal,” katanya.
Ia menyampaikan, semua transaksi di NTT Mart akan direkam dan dilaporkan sebagai bagian dari penguatan sistem ekonomi lokal.
Pemerintah Provinsi NTT juga menyediakan bantuan pendanaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), untuk mendukung kelangsungan usaha UMKM dan IKM.
Di sisi lain, Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alphawan Rangga Kaka menyatakan kedatangan NTT Mart sebagai wujud dukungan nyata dari pemerintah provinsi untuk mendorong perkembangan ekonomi daerah serta memperkuat pasokan pangan lokal.
“Selain memperkuat UMKM, NTT Mart memberikan akses pasar yang sebelumnya menjadi hambatan bagi pelaku usaha,” ujar Angga Kaka, panggilan akrabnya.
Ia berharap NTT Mart bisa menjadi pajangan sekaligus tempat menunggu bagi pelaku UMKM menuju kesejahteraan.
Pemerintah Kabupaten SBD, selanjutnya, berkomitmen menciptakan kemitraan dengan pemerintah provinsi, Dekranasda, dan pelaku UMKM agar NTT Mart benar-benar menjadi ruang ekonomi yang dinamis dan berkelanjutan.
