3 karya warga desa yang viral tahun 2025: Patung Macan Putih, Tugu Biawak, hingga instalasi bambu

Ringkasan Berita:

  • Patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kediri, viral karena bentuknya dianggap lucu dan mirip zebra.
  • Dibangun dengan dana pribadi kepala desa sebesar Rp3,5 juta.
  • Sementara itu, tugu biawak di Desa Krasak, Wonosobo, rampung April 2025 dengan biaya Rp50 juta.
  • Tugu biawak mendapat pujian karena detailnya sangat realistis. 

 

Bacaan Lainnya

Di media sosial viral foto sebuah patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang bentuknya yang dianggap lucu dan jauh dari kesan sangar.

Warga menilai patung tersebut lebih mirip zebra atau kuda nil.

Berdasarkan kesaksian kepala desa setempat, patung dibangun dengan dana pribadi sebesar Rp3,5 juta.

Kini patung tersebut manjadi daya tarik wisatawan karena bentuknya yang unik.

Sementara itu di Desa Krasak, Wonosobo, Jawa Tengah sebuah tugu biawak mendapatkan pujian karena detailnya yang sangat realistis dan terlihat seperti hewan asli yang sedang memanjat.

Tugu Biawak rampung dibangun pada April 2025 dengan anggaran Rp50 juta.

Terdapat karya seni lain di Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat berupa instalasi bambu yang dapat mengeluarkan air.

Karya dari seniman tersebut dibongkar setelah puluhan warga datang karena menganggapnya mistis.

Berikut tiga karya warga desa yang viral tahun 2025.

1. Patung Macan Putih di Kediri

Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menyatakan pembuatan patung macan putih tidak menggunakan dana desa dan dikerjakan selama 18 hari.

“Anggarannya bersumber dari kantong pribadi saya sendiri. Sebab, saya yang menginisiasi pembuatan patungnya,” paparnya, Minggu (28/12/2025).

Patung memiliki ukuran panjang 1,5 meter, lebar 1 meter, serta tinggi keseluruhan termasuk fondasi tumpuan 2,5 meter.

Menurutnya, dana desa diperuntukkan ketahanan pangan sehingga pembuatan patung memakai dana pribadi.

“Tapi hasil jadinya seperti yang sedang viral itu,” tandasnya.

Tujuan pembuatan patung adalah mengangkat legenda macan putih sebagai ikon desa.

Pembuat patung merupakan warga setempat dengan bahan dasar besi serta semen.

“Semuanya kita tampung karena kritik dan saran itu sangat penting bagi kemajuan bersama,” katanya.

2. Tugu Biawak di Wonosobo

Ketua Karang Taruna Kecamatan Selomerto, Ahmad Gunawan Wibisono, menjelaskan tugu biawak dibangun sejak Februari 2025.

Lokasi tugu berada di jalur Wonosobo-Banjarnegara sehingga mencuri perhatian warga.

Warga menilai bentuk tugu biawak sangat realistis terlebih biaya pembuatan Rp50 juta.

Tugu patung biawak ini memiliki tinggi 7 meter dengan lebar 4 meter.

Sumber dana pembuatan patung dari swadaya masyarakat sehingga tidak memakai dana desa.

“Saya klarifikasi itu bukan dari anggran desa, itu dari anggaran CSR dari kabupaten dan dibantu swadaya dari masyarakat seperti gotong-royongnya dan konsumsi selama pembangunannya,” jelasnya, dikutip dari TribunJateng.com.

Pembuat patung merupakan seniman Wonosobo bernama Arianto.

Hasil pembangunan tugu biawak mendapat apresiasi dari Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

3. Instalasi Bambu di Cianjur

Niat awal Rudi (58) untuk mempercantik halaman rumahnya di Kampung Limbangan, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, berujung pada kehebohan massa.

Sebuah instalasi bambu yang ia rancang sebagai elemen estetika taman justru diserbu ratusan warga karena dianggap memiliki khasiat mistis.

Rudi menjelaskan bahwa instalasi tersebut merupakan bagian dari rencana renovasi rumahnya yang mencakup pembuatan kolam, gazebo mini, dan lukisan dinding.

Ia merancang bambu tersebut sebagai variasi air mancur agar taman miliknya terlihat lebih menarik.

“Padahal semuanya serba logis, tidak ada mistis, ini hanya seni. Saya ingin karya saya dilihat, kemudian orang pulang dan berpikir,” ujar Rudi

Meski murni dibuat untuk tujuan seni, fenomena ini memicu antrean warga selama dua hari berturut-turut.

Masyarakat berbondong-bondong datang karena meyakini air yang keluar dari batang bambu tersebut bersifat keramat.

Tentang sumber air yang mengalir secara konstan dari dalam bambu, Rudi memilih untuk merahasiakan detail teknisnya.

Ia menegaskan bahwa mekanisme tersebut adalah hasil pemikiran logis dan kreativitas pribadi yang tidak berkaitan dengan hal gaib.

Sementara itu, Kepala Desa Cikaroya, Encep Mahmudin, menerangkan warga menganggap instalansi bambu sebagai hal yang mistis karena air mengalir terus dari batang bambu.

“Memang bagi orang awam ini terlihat aneh, tidak ada pasokan air tetapi bisa mengalir terus-menerus,” katanya.

Pemerintah desa melakukan pembongkaran karena dianggap menimbulkan kegaduhan.

Sebagian artikel telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Viral Patung Biawak Realistis di Wonosobo, Anggaran Pembangunan Cuma Rp50 Juta Tanpa APBD

(/Mohay) (TribunJateng.com/Imah) (TribunJatim.com/Ignatia)

Pos terkait