3 Fakta MBG Berjalan Saat Libur Sekolah: Dikritik DPR RI, Siswa Dapat Susu Kemasan

Ringkasan Berita:

  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto tetap berlangsung selama libur sekolah selama dua minggu.
  • Kebijakan ini mendapat kritik dari anggota DPR RI karena dinilai tidak sesuai dengan tujuan perbaikan gizi dan hanya bertujuan menghabiskan dana.
  • Siswa di Langkat mendapatkan paket yang berisi susu, kurma, dan buah dengan jumlah berbeda untuk setiap kelas.

Badan Nutrisi Nasional (BGN) tetap melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun sekolah sedang libur selama dua minggu.

Bacaan Lainnya

Jadwal liburan sekolah berbeda di setiap provinsi, namun secara umum siswa menghabiskan liburan mulai tanggal 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

MBG yang diberikan selama liburan berupa makanan dalam kemasan yang bisa diambil oleh siswa di sekolah.

MBG merupakan program andalan Presiden Prabowo Subianto yang diperkenalkan pada Januari 2025 dengan tujuan memberikan makanan bergizi secara gratis kepada anak-anak sekolah, ibu hamil, atau yang sedang menyusui.

Program tersebut tetap berlangsung karena siswa memerlukan pasokan nutrisi harian, bukan hanya saat menghadiri sekolah.

Selain itu, MBG bisa membantu mengurangi beban pengeluaran makanan bagi keluarga menengah bawah.

Berikut tiga informasi mengenai pembagian MBG selama libur sekolah:

  1. Dikritik Anggota DPR RI

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang menangani bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial, Charles Honoris mengkritik program MBG yang tetap berlangsung selama libur sekolah.

Terutama makanan yang dibagikan berupa makanan dalam kemasan.

Saya benar-benar antusias ketika mendengarkan Ibu Nani dalam wawancara di media bahwa BGN akan melarangultra-processed food untuk disajikan.” 

“Pelaksanaan MBG selama liburan sekolah berpotensi menimbulkan kendala dalam proses pendistribusian di lapangan yang saat ini didominasi oleh produk kemasan,” katanya.

Menurutnya, pembagian makanan dalam kemasan bertentangan dengan tujuan utama program MBG yaitu peningkatan gizi anak.

Anggota politik PDI Perjuangan tersebut memandang pelaksanaan MBG selama liburan hanya sebagai cara untuk menghabiskan sisa anggaran.

Meskipun program publik seharusnya tidak dipaksakan hanya untuk memenuhi penyerapan anggaran akhir tahun.

“Anggaran MBG yang tersisa seharusnya bisa digunakan untuk mengatasi masalah yang lebih mendesak, seperti bantuan bagi para korban banjir bandang,” tegasnya.

2. Kata Guru

Di sebuah SD di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, program MBG tetap berlangsung selama masa liburan.

Siswa-siswi mengambil kantong kertas berisi makanan siap saji sebagai persediaan MBG selama dua minggu.

Guru bernama Dewi menjelaskan isi dari kantong yang beragam, mulai dari susu kemasan satu liter, kurma hingga buah-buahan.

Tidak hanya siswa, guru juga menerima dua tas kertas dengan isi yang sama seperti siswa.

“Cuti MBG ini selama dua minggu. Itu informasi yang saya dengar. Jika dikatakan ya, kurang cukup juga,” katanya, dilansir dariTribunMedan.com.

Makanan dalam kemasan yang didapatkan setiap siswa berbeda.

“Kelas 1-3 memiliki isi (MBG) yang berbeda. Lebih banyak kelas 4-6. Intinya, setiap MBG memiliki kelas dengan porsi yang berbeda,” tegasnya.

3. Keluhan Wali Murid

Azis (39), orang tua siswa di sebuah sekolah di Jakarta Barat, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap sistem pembagian MBG selama masa liburan sekolah.

Siswa diminta membawa makanan dari rumah ke sekolah, meskipun jarak antara tempat tinggal dan sekolah tergolong jauh.

“Jujur saya agak kaget. Konsepnya seperti apa sih? Nama saja libur sekolah, jadi anak-anak ingin beristirahat di rumah atau mungkin ada yang pulang ke kampung. Tapi malah orangtua dimasukkan dalam kesibukan untuk terus pergi ke sekolah lagi hanya untuk mengambil bagian makanan,” katanya.

Menurut Aziz, dana MBG selama liburan bisa digunakan untuk bantuan para korban banjir di Sumatra.

Ia memutuskan tidak mengikuti MBG karena sedang berlibur ke luar kota.

“Kalau itu saya juga tidak tahu, apa yang dilakukan terhadap paket yang tidak diambil, apakah diberikan atau bagaimana, kami tidak diberitahu,” tambahnya.

Beberapa artikel telah dipublikasikan di TribunMedan.com dengan judul Setiap Siswa di Langkat Menerima 2 Kemasan MBG Selama Liburan Sekolah

(/Mohay) (TribunMedan.com/Ani Rasyid)

Pos terkait