Isi Artikel
Informasi Terkini dari Sumatera Barat
Berikut adalah beberapa informasi menarik yang terjadi di Sumatera Barat dalam 24 jam terakhir. Berbagai peristiwa yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dan kecelakaan laut telah menjadi perhatian utama.
Ibu Rumah Tangga di Payakumbuh Diduga Menjual Anak Kandung Melalui Aplikasi Hijau
Seorang ibu rumah tangga berusia 42 tahun di Payakumbuh diduga menjual anak kandungnya kepada pria hidung belang melalui aplikasi hijau. Aplikasi ini awalnya digunakan untuk komunikasi keluarga dan teman, tetapi kini disalahgunakan sebagai wadah prostitusi terselubung.
Peristiwa ini terungkap setelah Satpol PP Payakumbuh menggerebek sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Payakumbuh Barat pada Kamis (11/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Tersangka Y (42) dinyatakan telah melakukan tindakan ilegal selama empat bulan terakhir. Selain anak kandungnya, ada dua orang lain yang juga menjadi korban.
Dalam proses pemesanan, tersangka menunjukkan tiga foto wanita untuk dipilih oleh pelanggan. Harga transaksi yang ditawarkan adalah Rp250.000 untuk sekali hubungan. Polisi juga mengamankan uang tunai senilai Rp250.000, satu unit handphone, serta print out chat pemesanan.
Kasat Reskrim IPTU Andrio Surya Siregar menyatakan bahwa penyidikan masih dilakukan, dan akan ada informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini.
Mensesneg Instruksikan Pemanfaatan Tanah Negara dan BUMN untuk Relokasi Korban Bencana
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi, menginstruksikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk memanfaatkan tanah negara maupun lahan milik BUMN sebagai lokasi relokasi warga terdampak bencana.
Instruksi ini disampaikan kepada Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, melalui sambungan telepon. Langkah ini dianggap sebagai solusi percepatan relokasi, terutama karena keterbatasan pemerintah kabupaten dan kota dalam pengadaan lahan.
Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah pusat mendorong percepatan relokasi masyarakat terdampak bencana yang lahannya sudah tidak layak huni. Pemanfaatan lahan negara dinilai sebagai alternatif konkret ketika daerah mengalami kendala pembebasan lahan.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyatakan kesiapan untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terdampak, termasuk melakukan pemetaan lokasi serta memastikan kesiapan warga yang akan direlokasi.
Hingga saat ini, empat daerah telah melaporkan kesiapan lahan untuk relokasi warga terdampak bencana, yaitu Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Agam, Kabupaten Limapuluh Kota, dan Kabupaten Padang Pariaman.
Perahu Nelayan Hilang Kontak di Pagai Selatan Mentawai
Perahu nelayan dengan empat penumpang dilaporkan hilang kontak di perairan Bitojat, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Perahu tersebut merupakan jenis kayu dengan panjang sekitar 9 meter, berwarna merah hijau, dan menggunakan mesin dompeng.
Empat penumpang perahu tersebut bernama Efwinsyah (45), Reza Septiawansyah (15), Amir Mahmud (52), dan Kamarudin (63). Saat ini, keempat korban telah berada di Pelabuhan Sikakap dengan kondisi selamat.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mentawai awalnya menerima laporan kecelakaan kapal berupa perahu nelayan hilang kontak. Informasi awal diterima pada Minggu 14 Desember 2025, pukul 15.45 WIB. Dengan adanya koordinasi tim SAR gabungan, para korban berhasil ditemukan dan kembali ke pelabuhan dalam kondisi aman.
Kepala Kantor SAR Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan operasi SAR dan koordinasi seluruh pihak. Ia juga mengingatkan para nelayan agar selalu memastikan kondisi kapal, mesin, dan radio pemancar marabahaya sebelum melaut.
