JAKARTA, Jakarta terus bersolek dengan deretan pencakar langit yang semakin menembus batas cakrawala.
Tak lagi didominasi oleh gedung perkantoran, tren hunian vertikal mewah kini merambah ke ketinggian ekstrem.
Memiliki unit di lantai ke-50 ke atas bukan lagi sekadar gengsi, melainkan simbol gaya hidup urban yang mapan.
Namun, di tengah kemegahan ini, muncul pertanyaan krusial: bagaimana dinamika pasar hunian di ketinggian ini?
Head of Consulting Strategic Cushman & Wakefield Indonesia, Arie Rahardjo, memberikan pandangan analitisnya.
Menurutnya, pasar apartemen premium, terutama yang berada di gedung-gedung high-rise, memiliki segmen yang sangat spesifik.
“Pasar apartemen kelas atas saat ini sangat dipengaruhi oleh kualitas pengelolaan dan eksklusivitas. Gedung-gedung dengan ketinggian signifikan seringkali menjadi landmark yang menarik minat investor dan end-user yang mencari nilai prestise dan pemandangan kota yang tak terhalang,” ujar Arief, dikutip , Minggu (28/12/2025).
Berdasarkan data Council on Talls and Urban Habitat (CTBUH), berikut adalah 20 apartemen tertinggi di Indonesia:
Penyusunan daftar ini dilakukan dengan menyaring gedung-gedung yang memiliki fungsi utama sebagai residensial.
Kami mengecualikan gedung raksasa seperti Autograph Tower atau Luminary Tower karena statusnya yang merupakan mixed-use (campuran).
- The Pakubuwono Signature, Jakarta, 252 meter, 50 lantai
- The St. Regis Jakarta Residences, Jakarta, 243 meter, 55 lantai
- Casa Domaine Tower 1, Jakarta, 230 meter, 61 lantai
- The Peak at Sudirman, Jakarta, 219 meter, 55 lantai
- Kempinski Residences, Jakarta, 215 meter, 57 lantai
- The Pinnacle, Jakarta, 213 meter, 52 lantai
- Casa Domaine Tower 2, Jakarta, 210 meter, 57 lantai
- Seaview Condominium Tower J, Jakarta, 208 meter, 48 lantai
- Seaview Condominium Tower K, Jakarta, 208 meter, 48 lantai
- Seaview Condominium Tower L, Jakarta, 208 meter, 48 lantai
- Ciputra World Residential Tower, Jakarta, 207 meter, 49 lantai
- Eternity Apartment @ District 8, Jakarta, 205 meter, 51 lantai
- Infinity Apartment @ District 8, Jakarta, 205 meter, 51 lantai
- Denpasar Residence Kintamani, Jakarta, 203 meter, 53 lantai
- Denpasar Residence Ubud, Jakarta, 203 meter, 52 lantai
- Sky 57, Jakarta, 202 meter, 50 lantai
- One Icon Residences, Surabaya, 198 meter, 51 lantai
- Anandamaya One, Jakarta, 198 meter, 47 lantai
- Elitz Tower, Surabaya, 192 meter, 50 lantai
- Luxe Tower, Surabaya, 192 meter, 50 lantai
Tahta Tertinggi Masih Milik The Pakubuwono Signature
Gedung ini tetap menjadi “Raja” hunian vertikal murni di Indonesia sejak tahun 2014. Dengan tinggi 252 meter, gedung ini membuktikan bahwa konsep hunian klasik mewah di kawasan Kebayoran Baru tetap tak tergoyahkan oleh pendatang baru di kawasan pusat bisnis (CBD).
Namun demikian, meskipun Jakarta mendominasi daftar dengan 17 gedung, Surabaya menunjukkan taringnya melalui One Icon Residences, Elitz Tower, dan Luxe Tower.
Ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan minat hunian vertikal kelas atas mulai bergeser ke arah Timur.
Hampir seluruh apartemen dalam daftar ini menggunakan material All-Concrete. Berbeda dengan gedung kantor yang sering menggunakan komposit baja, beton dipilih untuk apartemen karena keunggulannya dalam peredaman suara antar lantai dan ketahanan terhadap api yang lebih baik untuk hunian padat.
