2 SD-SMA Muhammadiyah Masuk Peringkat 1 Sekolah Terbaik Indonesia

Dua institusi pendidikan yang dimiliki oleh organisasi Islam Muhammadiyah mampu menjadi sekolah terunggul atau paling berkualitas di Indonesia untuk tingkat SD dan SMA.

Daftar dua sekolah ini dapat menjadi acuan bagi orang tua yang siap mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Khususnya mereka yang berkeinginan memilih sekolah yang berada di bawah naungan Muhammadiyah.

Bacaan Lainnya

Sekolah dengan prestasi terunggul atau yang dianggap sebagai sekolah terbaik di Indonesia ini merujuk pada data dari Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) yang dijalankan oleh Puspresnas.

Sistem ini mengumpulkan berbagai sekolah dan perguruan tinggi yang memiliki prestasi dalam kompetisi nasional maupun internasional, serta telah diverifikasi oleh Puspresnas.

Pencapaian diukur berdasarkan bidang sains dan inovasi, budaya serta seni, dan olahraga yang terakreditasi oleh Puspresnas. Sampai saat ini terdapat 285 kejuaraan nasional dan internasional yang diakui oleh Puspresnas.

Jadi, sekolah terbaik nomor satu di Indonesia adalah yang mana?

Sekolah Muhammadiyah yang menduduki peringkat teratas di Indonesia

SD Muhammadiyah Condongcatur

SD ini menjadi sekolah terunggul pertama di Indonesia untuk tingkat SD. Sekolah yang berada di Yogyakarta ini menduduki peringkat pertama SD paling unggul di Indonesia.

Kepala Sekolah Dasar Muhammadiyah Condongcatur, Sulasmi, menyampaikan bahwa prestasi ini diraih melalui proses yang panjang hingga mencapai titik saat ini.

Untuk mencapai berbagai prestasi, Sulamsi menyatakan bahwa sekolah perlu memiliki keterlibatan yang baik dan upaya yang maksimal.

Misalnya, penyusunan program unggulan dan pengelolaan administrasi yang teratur, guru pembimbing yang berkompeten, siswa yang aktif berlatih, hingga orang tua yang selalu memberikan dukungan. Visi sekolah ini adalah “Sekolah Para Juara”.

“Jadi, pencapaian ini memang sudah kami rencanakan sejak lama. Bahwa sekolah ini harus menjadi ‘Sekolah Para Juara’ sehingga siswa perlu kita ajarkan untuk terus bersaing dengan sekolah-sekolah lain,” kata Sulasmi, dilaporkan dari laman resminya, Minggu (18/1/2026).

Sulasmi menyatakan bahwa Sekolah Muhammadiyah perlu menjadi lembaga pendidikan yang mampu bersaing dan selalu diminati oleh masyarakat luas.

Ia berharap agar Sekolah Muhammadiyah, khususnya yang berada di tingkat Sekolah Dasar, tetap menunjukkan komitmennya dalam membentuk calon-calon unggulan yang akan menjadi penerus bangsa.

“Kami menempatkan sekolah kami dalam visi ‘Sekolah Para Juara’ dan terus berkomitmen agar sekolah ini tetap menjadi pilihan masyarakat. Oleh karena itu, bukan hanya Sekolah Muhammadiyah Condong Catur atau Sapen, kami berharap sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya juga dapat menjadi favorit masyarakat dan menjadi sumber prestasi bagi generasi penerus bangsa,” tutupnya.

Data SIMT menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam prestasi sekolah dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pada tahun 2023. Puncak pencapaian terjadi pada tahun 2025 dengan perolehan 289 prestasi dalam satu tahun.

Secara khusus, berdasarkan grafik sebaran prestasi Semester I Tahun Ajaran 2025/2026 yang dikeluarkan oleh sekolah, sebagian besar prestasi siswa berhasil dicapai di tingkat internasional, yaitu sebanyak 537 prestasi.

Berikut adalah beberapa variasi parafraze dari teks yang diberikan: 1. Terdapat 127 prestasi tingkat provinsi dan 63 prestasi nasional. Selain itu, pencapaian prestasi juga merata di tingkat regional maupun lokal. Prestasi regional tercatat sebanyak 92, kabupaten mencapai 52, serta kecamatan memiliki 17 prestasi. 2. Pencapaian prestasi mencakup 127 di tingkat provinsi dan 63 di tingkat nasional. Selain itu, prestasi juga tersebar merata di tingkat regional hingga lokal, dengan 92 capaian regional, 52 prestasi kabupaten, dan 17 prestasi kecamatan. 3. Ada sebanyak 127 prestasi tingkat provinsi dan 63 prestasi nasional. Selain itu, prestasi juga terdistribusi secara merata pada level regional hingga lokal, yaitu 92 capaian regional, 52 prestasi kabupaten, dan 17 prestasi kecamatan. 4. Jumlah prestasi tingkat provinsi mencapai 127 dan nasional sebanyak 63. Selain itu, prestasi juga merata di tingkat regional hingga lokal, dengan 92 capaian regional, 52 prestasi kabupaten, dan 17 prestasi kecamatan. 5. Dalam rangka pencapaian prestasi, terdapat 127 di tingkat provinsi dan 63 di tingkat nasional. Selain itu, prestasi juga terbagi merata di tingkat regional hingga lokal, yakni 92 capaian regional, 52 prestasi kabupaten, dan 17 prestasi kecamatan.

SMA Trensains Muhammadiyah Sragen

Sekolah yang berada di Jawa Tengah ini telah mengenal sistem kurasi prestasi dan SIMT sejak tahun 2023. Pada awal mengenal sistem tersebut, SMA Trensains Muhammadiyah Sragen langsung mendaftarkan dua siswanya dalam SIMT, yaitu Muhammad Azhar Aziz (Zeolite Generation) dan Ahmad Yasser Aulia Tanjung (Zeolite Generation), yang saat itu berhasil meraih Medali Perunggu di Bidang Matematika, Sains, dan Teknologi dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2022.

Selanjutnya, mulailah memperdalam lebih lanjut mengenai pengelolaan prestasi dan lakukan tindak lanjutnya.

“Peningkatan prestasi setiap tahun mengalami peningkatan yang pesat. Pada semester ganjil tahun ajaran ini (2024–2025), Trensains meraih 647 prestasi,” kata Yesi Yuliani, yang menjabat sebagai Penanggung Jawab Bidang Prestasi, dilaporkan dari situs resmi SMA Trensains.

Pada masa pelajaran 2022-2023, SMA Trensains secara terus-menerus menunjukkan peningkatan dalam meraih prestasi siswanya di berbagai kompetisi.

Baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional. Trensains meraih 429 prestasi dalam tahun ajaran 2022-2023.

Pada tahun ajaran 2023-2024, Trensains meraih 916 prestasi, sementara pada tahun ajaran ini yang belum selesai telah mengantongi 647 penghargaan.

Bukan hanya sekadar untuk merekam prestasi siswa dalam SIMT, pengelolaan prestasi ini juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Pada tahun 2023, SMA Trensains Muhammadiyah Sragen mengikuti proses seleksi Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri untuk pertama kalinya.

Di dalam proses seleksi tersebut, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah siswa memiliki prestasi yang tercatat oleh Puspresnas. Delapan siswa dinyatakan lulus dalam Seleksi Administrasi BIM Persiapan S1 Luar Negeri.

Ada dua siswa yang berhasil mencapai tahap akhir dan menjadi penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4.

Selain digunakan dalam seleksi BIM Persiapan S1 Luar Negeri, pada tahun berikutnya dua lulusan SMA Trensains Muhammadiyah Sragen berhasil lolos dalam seleksi administrasi Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dengan memanfaatkan prestasi yang telah terverifikasi oleh Puspresnas.

SMA Trensains juga menunjukkan peningkatan dalam hasil Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Pada tahun 2023, enam dari 22 siswa berhasil lolos SNBP, sedangkan pada tahun 2024, lima dari 21 siswa lulus SNBP. Tahun 2025, sebanyak 13 siswa dari 25 peserta berhasil lolos SNBP di jurusan dan gunung top Indonesia.

Dengan kemampuan yang dimiliki, akhirnya Tim Trensains semakin giat mengusulkan penghargaan yang diraih oleh siswa.

Pada SNBP 2024 (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), dimulai penggunaan hasil penilaian prestasi yang ikut serta disertakan dalam dokumen pendukung prestasi.

Sama halnya dengan SNBP 2025, setiap siswa yang memenuhi syarat mengirimkan 3 prestasi terbaiknya dan 90 persen di antaranya telah diverifikasi oleh Puspresnas. Dari hasil tersebut, sebanyak 13 siswa (52 persen dari total siswa yang memenuhi syarat) dinyatakan lulus dalam SNBP 2025.

Pos terkait